Sudah Tidak Diblokir Kominfo, Ini Dia Sejarah Awal Mula PayPal
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 11:14 WIBFoto: pixabay
Jagat internet dihebohkan dengan diblokirnya sejumlah situs oleh Kominfo. Hal ini diakibatikan dengan gagalnya situs-situs web tersebut memenuhi kewajiban untuk mendaftarkan layanan mereka pada PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik). Salah satu situs yang turut menjadi 'korban' adalah PayPal.
Diblokirnya layanan keuangan ini menyebabkan sejumlah besar freelancer dan pekerja kreatif Indonesia mencak-mencak. Pasalnya mereka sangat bergantung pada PayPal untuk menerima serta melakukan pembayaran dengan klien dan vendor dari luar negeri.
Apakah yang disebut PayPal? dan bagaimana sejarah mereka hingga dapat menjadi seperti sekarang? Berikut penjelasannya:
PayPal berdiri pada tahun 1998, pada saat itu Max Lechin, Peter Thiel, dan Luke Nosek mendirikan Confinity, sebuah perusahaan yang bergerak pada sektor keamanan perangkat lunak. Perusahaan itu berjalan tidak terlalu baik, sehingga akhirnya mereka mencoba membuat produk dompet digital yang nantinya menjadi cikal bakal PayPal pada tahun 1999.
Bulan Maret tahun 2000, X.com, perusahaan besutan Elon Musk melakukan merger dengan Confinity. Di Bulan Oktober di tahun yang sama, Musk memutuskan untuk mengembangkan PayPal. Musk yang saat itu baru saja menjadi CEO X.com merubah nama perusahaan menjadi PayPal pada tahun 2001. PayPal melantai di bursa saham pada tahun 2002 dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 61 juta.
Saat ini, PayPal merupakan salah satu layanan keuangan terbesar di dunia, dan menjadi salah satu platform dengan pengguna aktif terbanyak diseluruh dunia, termasuk Indonesia.


