Berbagai Trend Industri Kuliner Di Tahun 2022
Senin, 22 Agustus 2022 - 15:07 WIBFoto: pixabay
Industri kuliner merupakan salah satu bidang usaha yang berkembang pesat dikala pandemi COVID-19 melanda dunia. Pasca COVID-19 (atau dapat dikatakan mereda) munculah berbagai macam tren baru pada industri makanan. Berikut beberapa diantaranya:
1. Alternatif Protein
Peralihan sumber protein dikarenakan masalah kesehatan dan lingkungan menjadi salah satu tren yang berkembang. Konsumen beralih ke sumber protein alternatif karena masalah kesehatan dan lingkungan, menjadikannya salah satu tren teknologi pangan yang paling menonjol. Daging yang dibudidayakan (cultured meat), makanan yang dikembangkan di laboratorium, nutrisi nabati, serangga yang dapat dimakan, dan mikoprotein adalah sumber protein alternatif utama. Mereka tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga meminimalkan penggunaan sumber daya dari peternakan, tidak seperti protein dari ternak. Mereka mengurangi biaya keseluruhan karena sumber protein alternatif hanya menuntut persyaratan diet marginal dan pemantauan kesehatan
2. Nutraceuticals
Ada kekhawatiran yang meningkat tentang dampak kebiasaan makan terhadap kesehatan dan meningkatnya kebutuhan nutrisi penting untuk gaya hidup sehat. Dengan pandemi COVID-19, konsumen lebih fokus pada makan sehat, menjadikan nutraceuticals sebagai tren teratas di industri makanan. Nutraceticals termasuk suplemen nutrisi, makanan fungsional, makanan obat, dan makanan penambah mikrobioma usus seperti prebiotik, probiotik, dan postbiotik. Penelitian ilmiah tentang nutraceuticals menunjukkan bahwa berbagai nutraceuticals memberikan manfaat kesehatan terhadap gangguan yang berhubungan dengan stres oksidatif seperti alergi, Alzheimer, diabetes, dan penyakit kekebalan tubuh.
3. ECommerce
eCommerce telah menjadi sorotan di industri makanan & minuman saat ini. Namun, situasi COVID-19 semakin mendorong inovasi dalam rantai pasokan makanan. Merek makanan memanfaatkan platform digital untuk menawarkan layanan pengiriman online sesuai permintaan dan menjangkau pelanggan melalui model distribusi langsung ke pelanggan (D2C). Selain itu, masalah keamanan selama pandemi mendorong pertumbuhan cloud kitchen yang hanya menawarkan makanan untuk dibawa pulang dan diantar.
4. Keamanan & Transparansi Pangan
Karena pelanggan sekarang lebih memikirkan kualitas produk makanan yang mereka beli, keamanan pangan menjadi perhatian yang signifikan. Dengan label pintar dan food grade akan memudahkan pelanggan memutuskan. Selain itu, kemajuan dalam blockchain dan pemantauan makanan real-time menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) memungkinkan merek makanan menyediakan keterlacakan dari hulu ke hilir.


