Tertarik Bertani Kelor? Berikut Pembahasannya
Minggu, 05 Mei 2024 - 17:06 WIBFoto / Ilustrasi: Timurasa Indonesia / Rocky
Di tengah gempuran modernisasi dan urbanisasi, sektor pertanian di Indonesia masih menyimpan potensi besar, salah satunya adalah budidaya kelor (Moringa oleifera). Tumbuhan ini bukan hanya kaya manfaat bagi kesehatan, tetapi juga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.
Kelor dikenal sebagai tanaman ajaib karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Daunnya dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti bubuk kelor, teh kelor, kapsul kelor, dan kosmetik. Permintaan pasar terhadap produk-produk ini terus meningkat, didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup alami.
Bertani kelor memiliki beberapa keunggulan dibandingkan tanaman lain. Pertama, kelor mudah ditanam dan tahan terhadap berbagai kondisi iklim. Kedua, kelor tumbuh dengan cepat dan dapat dipanen berkali-kali. Ketiga, kelor memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Dengan potensi yang besar, tidak mengherankan pemerintah melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHBUN) memberikan berbagai dukungan dengan berbagai macam program mulai dari pascapanen & pengolahan, standardisasi mutu, pemasaran, pembinaan usaha berkelanjutan, dan peraturan NSPK PPHBUN. Berikut pembahasannya:
Pascapanen & Pengolahan
Penyediaan Sarana dan Prasarana Pascapanen dan Pengolahan Komoditas Perkebunan
Standardisasi Mutu
Penyusunan/pengembangan standar mutu produk perkebunan, monitoring sistem jaminan mutu hasil perkebunan
Pemasaran
Pengembangan akses pasar dan promosi produk perkebunan di pasar domestik dan internasional
Pembinaan Usaha Berkelanjutan & GUP
Pembinaan usaha perkebunan, Fasilitasi ISPO, SIPERIBUN, penerbitan STDB, Registrasi UPPB, penyelesain gangguan usaha perkebunan
Peraturan NSPK PPHBUN
Penyusunan pedoman NSPK, bimbingan teknis dan penguatan kompetensi SDM

