Harga Kakao Meningkat, Bagaimana Dengan Petani Cokelat Indonesia?
Kamis, 09 Mei 2024 - 19:44 WIBFoto: pixabay
Harga biji kakao kering di Indonesia terus melonjak dan sudah menembus Rp172.500 per kilogram per 19 April 2024. Kenaikan ini diprediksi masih akan berlanjut hingga panen raya di Kabupaten Poso pada Mei mendatang.
Bagi petani kakao di Poso, kenaikan harga ini membawa kabar gembira karena menandakan peningkatan pendapatan. Melonjaknya harga kakao di Indonesia disebabkan oleh penurunan produksi di Pantai Gading, negara penghasil kakao terbesar di dunia. Hal ini menyebabkan kekurangan bahan baku kakao impor bagi pabrik-pabrik di Indonesia.
Nisman, seorang petani kakao di Poso, berharap harga kakao tetap tinggi hingga panen raya bulan depan. Kakao merupakan komoditi andalan bagi Kabupaten Poso dengan produksi mencapai 27 juta kilogram per tahun saat panen raya.
Lebih dari 37 ribu kepala keluarga di Poso mengelola perkebunan kakao secara mandiri di atas lahan seluas 37 ribu hektar, yang tersebar di Kecamatan Poso Pesisir Bersaudara / Pamona Bersaudara, Lage, dan Pinggiran Kota Poso.
Ketua Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyatakan bahwa kenaikan harga kakao akan menjadi beban bagi industri makanan dan minuman di Indonesia, terutama bagi yang menggunakan cokelat sebagai bahan baku.
Di sisi lain, situasi ini juga menjadi peluang bagi petani kakao Indonesia untuk meningkatkan kuantitas produksi mereka.
Adhi menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku biji kakao telah terjadi sejak pertengahan tahun ini, dipicu oleh beberapa faktor, seperti perang Rusia-Ukraina, ketidakpastian ekonomi global, dan krisis iklim.

