Imbas Kenaikan Kakao Kepada Pengusaha Bakery
Sabtu, 08 Juni 2024 - 19:41 WIBFoto: pixabay
Kenaikan harga biji kakao tak hanya berimbas pada petani, tapi juga para pengusaha bakery dan chef. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat menaikkan harga jual produk secara signifikan. Para pengusaha bakery, seperti pembuat roti, beralih menggunakan cokelat compound sebagai alternatif untuk menekan harga.
Alasannya, ketersediaan cokelat compound di Indonesia masih melimpah, sehingga kenaikan harga produk tidak terlalu drastis.
Di sisi lain, pengusaha cokelat batangan dan praline adalah pihak yang paling terkena dampak tingginya harga biji kakao. Akibatnya, mereka menghentikan produksi karena tidak bisa menghasilkan produk tanpa biji kakao sebagai bahan utama dikarenakan harga yang harus naik hingga 100 persen.
Sementara itu, pelaku industri besar yang juga memproduksi cokelat, mengalihkan produksi dari cokelat menjadi produk lain. Misalnya, mereka membuat white chocolate atau strawberry chocolate yang pada dasarnya tidak memerlukan biji kakao sebagai bahan baku.
Di Indonesia, regulasi mengenai white chocolate masih belum jelas. Produk yang diklaim sebagai white chocolate tidak selalu mengandung cokelat. Para pengusaha pastry, sebagai solusinya, mulai beralih ke produk tanpa cokelat. Contohnya, mereka membuat kue stroberi atau kue matcha.

