Penerapan Pertanian Berteknologi
Jumat, 21 Juni 2024 - 15:22 WIBFoto: linknet
Sektor pertanian atau agrikultur memegang peran fundamental dalam menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Peran vital agrikultur tidak hanya sebatas penyediaan bahan pangan, tetapi juga sebagai sumber bahan baku industri, pemasok lapangan pekerjaan, dan penopang ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pengembangan sektor agrikultur menjadi kunci penting dalam mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan produktivitas lahan. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan IoT dalam bidang pertanian untuk pertanian cerdas:
Field Monitoring System
Field monitoring system (FMS) adalah teknologi yang memantau kondisi tanaman dan iklim di lahan pertanian menggunakan sensor secara real-time. Data yang dikumpulkan oleh sensor, seperti intensitas sinar matahari, curah hujan, dan kecepatan angin, disimpan di cloud dan disajikan kepada petani melalui aplikasi. Dengan demikian, petani dapat memantau kondisi sawah mereka meskipun berada jauh dari lokasi. Diharapkan, kombinasi data tersebut dengan pengalaman petani dapat menghasilkan keputusan pertanian yang lebih akurat.
Penggunaan Drone
Drone bukan lagi sekadar mainan, tetapi telah menjelma menjadi alat bantu penting bagi para petani. Pesawat tanpa awak ini membawa segudang manfaat, mulai dari pemetaan kondisi tanaman, pelacakan hewan ternak, penyebaran irigasi, hingga penyemprotan pestisida.
Pengoperasian drone dilakukan melalui aplikasi khusus yang memungkinkan petani untuk mengendalikannya dan menerima data sensor secara real-time. Hal ini menyingkirkan kebutuhan petani untuk menjelajahi ladang atau kebun yang luas untuk membasmi hama atau menyemprotkan pupuk secara manual.
Smart Greenhouse
Penerapan inovasi Internet of Things (IoT) di sektor ini melibatkan penggunaan satu aplikasi terintegrasi untuk mengontrol pencahayaan, suhu, kelembaban udara, dan berbagai kebutuhan pertanian lainnya di area tersebut. Dengan cara ini, petani tidak perlu lagi berkeliling untuk memeriksa kondisi tanaman atau memberikan pupuk dan pestisida.
Livestock Management
Tidak hanya tanaman, teknologi IOT juga dapat diterapkan pada peternakan. Penerapan chip pada tubuh sapi menandai era baru dalam industri peternakan. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk memantau kondisi dan perilaku hewan ternak secara real-time melalui sistem komputer.

