Mengoptimalkan Rawa Sebagai Lahan Pertanian
Rabu, 03 Juli 2024 - 16:07 WIBFoto: tropis.co
Peningkatan produksi pangan nasional menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Salah satu strategi yang dicanangkan adalah optimalisasi pemanfaatan lahan rawa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, dalam Webinar Sharing Session #8 Lahan Rawa untuk Ketahanan Pangan secara daring.
Optimalisasi rawa dibutuhkan dikarenakan meningkatknya kebutuhan pangan Indonesia, sedangkan lahan pertanian pangan produktif mengalami penyusutan disaat bersamaan. Dengan luas lahan rawa mencapai 34,12 juta hektar, optimalisasi lawan rawa akan dapat menjadi solusi. Selain itu, lahan rawa juga dapat selalu menghasilkan padi pada saat musim kemarau.
Namun terdapat beberapa tantangan optimalisasi lahan rawa, seperti karakteristik lahan rawa yang tidak subur dan air yang sulit dikendalikan serta kurangnya pemanfaatan teknologi oleh petani.
Pemerintah sendiri sudah mencanangkan Program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (SERASI) sejak 2018/2019, Program Food Estate lahan rawa sejak 2020 di Kalimantan Tengah, serta kolaborasi berbagai pihak. Lebih dari 1 juta hektar lahan rawa dapat digunakan untuk produksi padi.
Beberapa kendala seperti infrastruktur pengelolaan air, kelembagaan petani, investasi, pemasaran, dan tentunya Sumber Daya Manusia harus menjadi perhatian para pelaku industry pertanian serta pemerintah.
Optimalisasi lahan rawa memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Namun, perlu adanya upaya bersama dari pemerintah, peneliti, praktisi, dan petani untuk mengatasi tantangan dan kendala yang ada.

