Kakao Melonjak, Ini Alasannya
Minggu, 04 Agustus 2024 - 12:59 WIBFoto: pixabay
Lonjakan harga kakao yang terjadi saat ini merupakan hasil akumulasi dari berbagai faktor. Selain kondisi cuaca ekstrem yang melanda perkebunan kakao di Afrika Barat, mekanisme pasar komoditas yang kompleks juga turut berperan. Kenaikan harga yang sangat cepat ini telah memicu ketidakstabilan pasar dan berpotensi mendorong kenaikan harga cokelat di pasaran.
Meskipun terdapat mekanisme pasar yang diharapkan dapat meredam kenaikan harga, namun kompleksitas permasalahan kakao, seperti waktu yang dibutuhkan untuk menanam pohon kakao baru, membuat prediksi mengenai penurunan harga menjadi sulit.
Organisasi internasional memperkirakan bahwa produksi kakao akan mengalami defisit hingga ratusan ribu ton dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini telah menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya kekurangan pasokan cokelat di masa mendatang.
Produksi kakao dunia, yang didominasi oleh petani kecil di Afrika Barat, saat ini sedang menghadapi tantangan yang signifikan. Perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan ekstrem dan kekeringan telah merusak perkebunan kakao. Selain itu, serangan penyakit tanaman juga semakin meluas akibat kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Rendahnya pendapatan petani juga menjadi kendala dalam upaya meningkatkan produktivitas, karena mereka tidak memiliki cukup dana untuk melakukan perawatan dan pemupukan tanaman.
Meskipun harga kakao dunia mengalami kenaikan yang signifikan, petani di negara penghasil utama seperti Pantai Gading dan Ghana belum sepenuhnya merasakan manfaatnya. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah kedua negara yang menetapkan harga pembelian kakao secara sentral, sehingga petani hanya menerima harga yang telah ditentukan pemerintah, terlepas dari tingginya harga di pasar internasional.
Berbeda dengan Pantai Gading dan Ghana, negara-negara penghasil kakao lainnya seperti Brasil dan Kamerun justru memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan produksi. Namun, upaya untuk meningkatkan produksi kakao secara signifikan membutuhkan waktu yang cukup lama karena siklus pertumbuhan pohon kakao yang relatif panjang.
Selain itu, regulasi Uni Eropa yang bertujuan untuk mencegah deforestasi juga dapat menghambat perluasan lahan perkebunan kakao, terutama di negara-negara yang merupakan pemasok utama kakao ke Uni Eropa.

