Tertarik Berbisnis Pertanian Cokelat? Berikut Gambarannya
Jumat, 06 September 2024 - 17:17 WIBFoto: pixabay
Beberapa produsen cokelat telah menyatakan memiliki program berkelanjutan dan holistik untuk memastikan keberlanjutan kakao, dengan cara memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan petani cokelat di Indonesia.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melindungi tanaman kakao dari perubahan iklim, meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mengajarkan teknik panen yang baik, menyediakan bibit unggul, dan memberikan pelatihan lainnya untuk meningkatkan kualitas dan produksi kakao.
Gambaran penghasilan dari petani kakao dapat dijelaskan lewat ilustrasi berikut.
Jika petani memiliki 2 hektar kebun kakao yang dikelola dengan baik dan menghasilkan 1 ton biji kering per hektar per tahun, pendapatan mereka bisa mencapai 80 juta rupiah per tahun, atau sekitar 6,7 juta rupiah per bulan.
Pendapatan ini bisa lebih tinggi lagi jika petani menerapkan praktik pertanian dan pengolahan yang baik sehingga produksi dan kualitas kakao meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan harga jual.
Pemerintah juga memberikan dukungan kepada petani kakao melalui bantuan bibit, subsidi pupuk, penyuluhan, dan pelatihan. Namun, bantuan ini belum mencakup semua petani kakao di Indonesia.
Oleh karena itu diperlukan peranan antara para pemangku kepentingan dan kebijakan untuk bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani cokelat dan menarik generasi baru untuk berkarya di bidang pertanian.

