Penyebab Peringkat Indonesia Sebagai Penghasil Kakao Dunia Menurun
Jumat, 06 September 2024 - 19:28 WIBFoto: pixabay
Indonesia telah turun peringkat dari posisi ketiga menjadi peringkat ketujuh sebagai negara penghasil biji kakao dunia pada tahun 2022-2023 menurut International Cocoa Organization (ICCO).
Produksi biji kakao Indonesia mengalami penurunan drastis dari 667.000 ton menjadi hanya 180.000 ton. Meskipun demikian, Indonesia tetap mempertahankan posisi ketiga sebagai penghasil kakao olahan terbesar di dunia, setelah Belanda dan Pantai Gading.
Menanggapi penurunan produksi kakao di Indonesia, Kementerian Pertanian mengidentifikasi beberapa faktor penghambat. Salah satunya adalah produktivitas rata-rata kakao yang masih rendah, yaitu 715 kg/ha, jauh dari potensi sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh pemeliharaan tanaman yang kurang optimal dan belum sepenuhnya menerapkan praktik pertanian yang baik (GAP).
Ada delapan faktor utama yang menghambat peningkatan produksi kakao. Pertama, penerapan teknologi dan praktik pertanian yang baik masih rendah. Kedua, banyak petani menggunakan benih kakao yang tidak jelas asal usul dan kualitasnya.
Ketiga, harga kakao yang fluktuatif membuat petani sulit bernegosiasi karena lemahnya kemitraan.
Keempat, perubahan iklim menyebabkan kekeringan dan serangan hama, menurunkan produktivitas.
Kelima, banyak petani kakao memiliki tingkat pendidikan rendah, membatasi kemampuan mereka.
Keenam, kelembagaan petani yang lemah membuat mereka kurang kompetitif dan sulit mengakses modal. Ketujuh, petani kakao umumnya memiliki lahan kecil, sehingga modal usaha terbatas.
Terakhir, kualitas biji kakao yang tidak konsisten membuat produk kakao Indonesia kurang bersaing di pasar.

