Potensi Besar Kenari Pulau Makian
Sabtu, 07 September 2024 - 19:38 WIBFoto: ppid.menlhk.go.id
Di Pulau Makian, kenari telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari penduduknya. Pulau ini, yang terletak di selatan Ternate, Halmahera Selatan, Maluku Utara, merupakan habitat bagi banyak pohon kenari. Beberapa pohon kenari di pulau ini bahkan telah berusia lebih dari 100 tahun dan masih tetap produktif menghasilkan buah.
Menurut Permenhut, buah kenari (Canarium sp) adalah salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Inventarisasi dan karakterisasi di Pulau Makian telah mengidentifikasi beragam jenis kenari berdasarkan morfologi dan agronomi, meskipun penamaannya masih menggunakan istilah lokal. Pemanfaatan kenari oleh masyarakat Pulau Makian masih bersifat tradisional, mengikuti praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Penelitian menunjukkan bahwa petani di Pulau Makian memanfaatkan kenari sebagai bahan pangan (daging buah) dan non-pangan (tempurung dan kulit buah untuk kayu bakar, kosmetik, dan kompos). Meskipun kenari tersebar luas dan merupakan HHBK unggulan di pulau ini, peluang pemasarannya masih rendah. Saat ini, kenari hanya dipasarkan di tingkat kabupaten dan belum menjangkau pasar yang lebih luas.
Untuk mengembangkan kenari sebagai hasil hutan bukan kayu unggulan, perlu adanya kerjasama antara akademisi dan pemangku kepentingan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung kelestarian dan keberlanjutan kenari melalui penelitian dan pengembangan produk, serta mengenalkan jenis kenari lokal untuk penetapan sebagai jenis endemik Pulau Makian. Selain itu, promosi diversifikasi produk kenari juga penting untuk menarik investor asing dan lokal, sehingga dapat mendukung keberlanjutan hasil hutan bukan kayu di pulau tersebut.

