Tari Likurai, Tarian Tradisional Dari Belu
Jumat, 18 Juni 2021 - 12:57 WIBFoto: kompas
Tari Likurai adalah tarian tradisional dari Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini awalnya merupakan tarian yang sering ditampilkan dalam menyambut para pahlawan yang pulang dari medan perang.
Konon pada zaman dahulu di wilayah Belu ada tradisi memenggal kepala musuh. Sehingga ketika mereka pulang dari medan perang selalu membawa kepala musuh yang telah mereka kalahkan sebagai simbol keperkasaannya.
Untuk merayakan kemenangan ini, Tari Likurai biasanya ditampilkan sebagai tarian selamat datang.
Tarian Likurai ini merupakan ungkapan rasa syukur dan juga kegembiraan masyarakat atas kemenangan yang telah diperoleh dan kepulangan para pahlawan dengan selamat.
Namun setelah era kemerdekaan, tradisi jilbab ini dihapuskan. Meski demikian, Tari Likurai ini tetap dipertahankan oleh masyarakat Belu dan masih sering ditampilkan dalam upacara adat, penyambutan tamu penting, bahkan pertunjukan seni budaya.
Dalam pertunjukannya, Tari Likurai dibawakan oleh penari wanita dan penari pria.
Jumlah penari biasanya terdiri dari 10 (sepuluh) orang atau lebih penari wanita dan 2 (dua) orang penari pria.
Dalam Tari Likurai ini para penari wanita menggunakan pakaian adat wanita dan juga membawa Tihar (gendang kecil) untuk menari.
Sedangkan penari pria juga menggunakan pakaian adat pria dan juga membawa pedang sebagai atribut dalam menari.
Dalam tarian Likurai ini gerakan penari pria dan penari wanita berbeda. Gerakan pada penari wanita biasanya lebih didominasi oleh gerakan tangan yang memainkan kendang dengan cepat dan gerakan menghentakkan kaki secara bergantian.
Selain itu, para penari menari dengan gerakan tubuh goyang ke kiri dan ke kanan sesuai irama.
Gerakan pada penari wanitanya cukup sulit, selain harus bergerak menari, para penari juga harus berkonsentrasi memainkan gendang dan menjaga ritme yang dimainkan agar tetap sama dengan penari lainnya.
Kostum atau pakaian yang digunakan oleh penari tari Likurai biasanya merupakan kostum adat.
Pada penari wanita biasanya akan dibalut dengan kain sarung panjang yang menutupi tubuh mereka dari dada hingga kaki.
Pada bagian rambut, biasanya akan di bagian dalam dan menggunakan ikat kepala khas dari Belu.
Selain itu para penari juga menggunakan berbagai aksesoris seperti memakai gelang dan kalung yang khas, serta akan membawa kendang kecil yang digunakan dalam menari.
Sedangkan penari pria biasanya akan menggunakan lengan panjang di bagian atas dan akan menggunakan sarung di bagian bawah.
Pada bagian kepala, penari pria juga menggunakan ikat kepala khas dari Belu. Dalam menari, biasanya penari pria membawa pedang di tangan kanan dan sarung pedang di tangan kiri.

