Salam Pramuka! Sejarah Singkat Pramuka Di Indonesia
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 09:27 WIBFoto: CDN
Selamat Hari Pramuka! Seperti yang sudah kita ketahui bersama, hari Pramuka yang jatuh setiap tanggal 14 Agustus ini pertama kalinya dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Tujuan dari penetepan hari ini adalah untuk menyatukan seluruh gerakan kepanduan yang ada di tanah air.
Nama Pramuka diusulkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Nama tersebut terinsipirasi dari kata "Poromuko", pasukan terdepan dalam perang.Nama Pramuka diusulkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX, yang mendapat inspirasi dari kata Poromuko, pasukan terdepan dalam perang. Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti "Jiwa Muda Yang Gemar Berkarya."
Gerakan kepanduan di Indonesia sudah dikenal sejak zaman kolonial Hindia-Belanda, tepatnya pada tahun 1912 dimana cabang kepanduan Nederlandsche Padvinders Organisatie atau NPO dibentuk. NPO kemudian diganti menjadi NIPV atau
jarah gerakan kepanduan di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial Hindia-Belanda, yakni pada 1912, ditandai dengan adanya cabang kepanduan Nederlandsche Padvinders Organisatie atau Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging pada 1916 oleh S. P. Mangkunegara VII di Surakarta.
Beberapa organisasi kepanduan di Indonesia antara lain Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan gerakan kepanduan yang bernapaskan agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Pramuka memiliki empat tingkatan yang dibedakan berdasarkan umur tersebut yaitu Pramuka Siaga untuk kelompok usia 7 sampai 10 tahun, Pramuka Penggalang untuk kelompok usia 11 sampai 15 tahun, Pramuka Penegak untuk kelompok usia 16 sampai 20, dan Pramuka Pandega untuk kelompok usia 21 sampai 25.

