Ondel-Ondel, Ciri Khas Kota Jakarta Yang Tak Lekang Waktu
Senin, 13 September 2021 - 15:30 WIBFoto: wikipedia
Siang hari di Jakarta adalah kemacetan jalan, keramaian restoran, pengamen, dan tak ketinggalan ondel-ondel yang menjadi bagian dari pertunjukan jalanan ibukota. Ondel-ondel merupakan sebuah kesenian khas Betawi. Ondel-ondel pada dasarnya adalah wayang dalam ukuran besar yang dibawa (dipakai) oleh satu orang.
Ondel-ondel merupakan representasi dari suami dan istri. Ondel-ondel laki-laki biasanya berwajah merah dan berkumis, sedangkan perempuan berwajah putih dengan bibir merah mengingatkan pada geisha. Kedua bagian dari pasangan bahagia itu mengenakan ikat kepala kembang kelapa yang runcing.
Ondel-ondel hadir dari jalanan sampai mall mewah yang berpendingin udara. Dipengaruhi oleh adat istiadat Cina dan Arab yang menyebar ke bekas Hindia Belanda melalui migrasi, tradisi ondel-ondel dianggap dapat menangkal hal buruk. Bagi banyak orang, ondel-ondel mewakili roh baik, mendiang leluhur yang mengawasi penduduk lingkungan dan keluarganya. Selain itu, mengundang ondel-ondel untuk tampil di suatu upacara atau hajatan dipercaya merupakan salah satu cara untuk melindungi para tamu dari kekuatan jahat.
Anyaman bambu digunakan untuk membuat cangkang ondel-ondel yang berongga, bagian muka diukir dengan indah dari kayu, rambut diolah dengan hati-hati dari daun pohon palem yang dikeringkan, dan struktur bambu yang membentuk bagian besarnya dibungkus dengan hati-hati dengan pakaian dengan warna cerah.

