Sejarah Awal Mula Perayaan Tahun Baru
Sabtu, 01 Januari 2022 - 12:47 WIBFoto : pixabay
Momen pergantian tahun merupakan momen yang dirayakan diseluruh dunia. Momen ini diadakan pada pergantian malam dari tanggal 31 Desember ke 1 Januari tahun berikutnya. Orang-orang akan berpesta dengan kembang api, makanan, minuman, dan tentunya terompet yang khas. Lalu bagaimana sejarah awal mula dari perayaan ini?
Masyarakat Mesopotamia
Perayaan pergantian tahun atau tahun baru sudah dilakukan sejak 2000 SM. Masyarakat Mesopotamia merayakan pergantian tahun pada saat matahari berada tepat diatas khatulistiwa. Perayaan ini disebut Nowruz dan masih dilangsungkan dibeberapa negara Timur Tengah.
Perayaan tahun baru pada 1 Januari dilakukan pertama kali pada 46 SM dimasa kekuasaan Kaisar Romawi, Julius Caesar. Pada saat itu, Julius Caesar memutuskan untuk mengganti kalender Romawi yang hanya terdiri dari 10 bulan saja (304 hari) yang dibuat oleh Romulus pada abad ke-8.
Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, Mesir membantu Julius Caesar untuk membuat kalender baru tersebut. Sosigenes menyarankan agar penanggalan baru dibuat berdasarkan revolusi matahari, seperti selayaknya orang Mesir Kuno.
Sejak itu, 1 Januari resmi ditetapkan sebagai hari pertama tahun dengan jumlah hari 365 hari dalam setahun. Nama Januari diambil dari dewa mitologi Romawi, Dewa Janus. Dewa ini memiliki wajah yang menghadap ke depan dan ke belakang. Dewa Janus diyakini sebagai dewa permulaan dan dewa penjaga pintu masuk. Untuk menghormati Dewa Janus, orang-orang Romawi mengadakan perayaan setiap tanggal 31 Desember tengah malam untuk menyambut 1 Januari.

