Hidangan Ini Disebut Yang Paling Populer Di Palembang
Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:19 WIBFoto : cookpad
Pempek adalah kelezatan bakso ikan Indonesia yang gurih, terbuat dari ikan dan tepung tapioka, berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
Pempek disajikan dengan saus asam manis yang disebut kuah cuka atau kuah cuko (saus cuka), atau hanya "cuko".
Anda juga bisa menyantap hidangan ini dengan mie kuning dan mentimun potong dadu untuk mengimbangi rasa asam cuka.

Foto : nusadaily.com
Menurut tradisi setempat, sekitar abad ke-16 ada seorang imigran Tionghoa tua yang tinggal di dekat sungai Musi.
Ia melihat banyaknya ikan yang ditangkap oleh nelayan setempat. Pada iklim tropis Sumatera, sebelum ditemukannya teknologi pendinginan, sebagian besar ikan sisa yang tidak terjual ini membusuk dan terbuang percuma.
Namun masyarakat adat memiliki pengetahuan dan teknik yang terbatas dalam mengolah ikan. Selama periode tersebut, sebagian besar masyarakat adat hanya memanggang, menggoreng atau merebus ikan mereka alih-alih menambahkan bahan lain untuk membuat masakan baru.
Orang Tionghoa tua itu mencampurkan tepung tapioka dan rempah-rempah lainnya, yang kemudian dijualnya di sekitar desa dengan gerobaknya. Orang-orang menyebut orang tua ini sebagai 'pek-apek, dimana apek adalah bahasa gaul Cina untuk menyebut orang tua. Makanan tersebut sekarang dikenal sebagai empek-empek atau pempek.
Adonan pempek dibuat dari campuran daging ikan giling tanpa tulang, umumnya tenggiri, dengan air, garam dan tepung sagu.
Terkadang orang juga menambahkan sedikit minyak goreng dan / atau tepung terigu untuk memperbaiki teksturnya dan agar pempek tidak terlalu kenyal, mereka juga menambahkan MSG untuk memperkaya rasa umami.
Ikan gabus juga biasa dibuat sebagai pempek. Banyak penjual dan produsen pempek di Palembang menggunakan ikan yang dicampurkan agar harganya murah dengan aroma yang menyengat.
Menurut tradisi, pempek dengan rasa terbaik terbuat dari belida atau belido (Chitala lopis), namun karena kelangkaan dan rasanya yang superior, pempek yang dibuat dari ikan ini biasanya lebih mahal.
Pempek di Pulau Bangka terbuat dari ikan kembung dan kuahnya berbahan dasar cabai merah, sedangkan di Jakarta atau kota lain bisa dibuat dari ikan gurami.
Varian terbaru adalah pempek udang, pempek yang terbuat dari udang cincang yang berasal dari daerah Sungsang di Banyuasin dekat muara sungai Musi dengan warna merah muda.
Adonan direbus dengan air panas atau dikukus hingga mengeras seperti siomay yang sudah matang sebagian, dan disimpan untuk digoreng nanti sesaat sebelum disajikan.
Kuah cuko dibuat dengan menambahkan gula aren, cabai, bawang putih, cuka, dan garam ke dalam air mendidih.
Warna saus ini coklat tua. Terkadang Tongcai dan Ebi (udang kering giling) juga ditambahkan untuk menambah rasa. Saus manis, asam dan pedas ini penting untuk membumbui pempek, karena adonan pempek agak gurih.
Kuah Bangka pempek berbahan dasar cabai, terbuat dari campuran cabai merah bubuk dan cuka berwarna merah cerah. Secara tradisional, semua saus pempek disajikan panas dan pedas, cabai giling dicampur dengan saus. Namun, karena sebagian orang menginginkan sambal yang tidak pedas, atau tidak bisa makan sambal pedas, cabai giling sering dipisahkan sebagai sambal.
Di beberapa rumah makan pempek, kuah cuko botol dibiarkan di meja pelanggan dan mereka dipersilakan untuk menuangkan saus sesuai keinginan. Ada dua jenis saus yang tersedia, pedas dan original.

