Mengenal Lebih Dalam Hidangan Laksa
Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:27 WIBFoto : masakapaharinini.com
Laksa adalah sup mie pedas yang populer dalam masakan Peranakan di Asia Tenggara.
Laksa terdiri dari mie gandum kental atau bihun dengan ayam, udang atau ikan, disajikan dalam sup pedas berbahan dasar santan kari yang kental dan asam. Laksa biasa dihidangkan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand selatan.
Laksa adalah salah satu masakan Asia Tenggara yang paling populer, ada berbagai jenis laksa, laksa peranakan dan mie kuah lokal yang kental dan pedas. Kata laksa berasal dari kata Persia kuno yang berarti "mie".
Ada berbagai teori tentang asal usul laksa. Salah satu teori menghubungkan laksa dengan ekspedisi angkatan laut Tiongkok Ming abad ke-15 yang dipimpin oleh Zheng He, yang armadanya melayari Maritim Asia Tenggara.
Para migran Tionghoa perantauan telah menetap di berbagai belahan Asia Tenggara, jauh sebelum ekspedisi Zheng He.

Foto : dapurkobe.co.id
Namun, setelah itu jumlah migran dan pedagang Tionghoa meningkat secara signifikan. Orang-orang Tionghoa ini menikah dengan penduduk lokal, dan bersama-sama mereka membentuk komunitas ras campuran yang disebut Peranakan.
Beberapa di antaranya adalah mie kuah ikan gurih lokal dengan santan dan bumbu, banyak perbedaan antara laksa peranakan dan laksa penduduk setempat, laksa penduduk setempat memiliki kuah yang kental, pedas dan harum. Sedangkan laksa peranakan lebih mirip mie kari dengan tahu goreng dan udang.
Di Indonesia, hidangan ini diyakini lahir dari pencampuran budaya masyarakat lokal, praktek memasak, dan pendatang Tionghoa.
Sejarawan percaya laksa adalah hidangan yang lahir dari perkawinan sungguhan. Pada awalnya pecinan pesisir (pemukiman Tionghoa) di maritim Asia Tenggara, hanya lelaki Tionghoa yang berkelana ke luar negeri dari Tiongkok untuk berdagang.
Ketika menetap di kota baru, para pedagang dan pelaut Tionghoa ini berangkat untuk mencari istri setempat, dan para wanita ini mulai memasukkan rempah-rempah lokal dan santan ke dalam sup mie Cina yang disajikan kepada suami mereka.
Ini menciptakan budaya hibrida Cina-lokal (Melayu atau Jawa) yang disebut budaya Peranakan.
Karena komunitas Tionghoa Peranakan telah memadukan budaya leluhur mereka dengan budaya lokal, komunitas Peranakan di berbagai tempat kini menunjukkan keragaman sesuai dengan cita rasa lokalnya.
Di Indonesia hidangan laksa dikenal dengan laksa kuah, varian dari kari ikan (santan dan rempah-rempah) , khas pulau Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia.
Terbuat dari mi sagoo dengan tongkol tumbuk atau daging tuna mackerel, disajikan dalam kari santan pedas yang terbuat dari campuran rempah-rempah diantaranya cabai kering atau cabai segar, ketumbar, jintan, adas manis, bawang merah, bawang putih, jahe dan kunyit.

