Berbagai Alat-Alat Kesenian Aceh Yang Dilestarikan Turun Temurun
Selasa, 22 Maret 2022 - 20:07 WIBFoto: wikiveria
Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang melimpah. Orang Aceh tidak hanya menjaga tradisi mereka sejak dulu tetapi juga melestarikannya untuk generasi berikutnya.
Oleh karena itu, hingga saat ini Anda masih bisa menikmati pertunjukan tarian tradisional dari Aceh dan juga alat musik tradisionalnya.
Instrumen-instrumen tersebut dibuat untuk menunjang tarian mereka untuk dijadikan sebuah karya musik yang bagus dalam lagu tradisional Aceh.
Berikut ini beberapa diantaranya :
Tambo
Foto: acehtrend
Tambo adalah sejenis alat musik tradisional dari Aceh yang terbuat dari Bak Iboh atau kayu Iboh. Dibungkus dengan kulit sapi dan diikat dengan rotan. Bentuknya mirip dengan Kendang dalam alat musik Jawa dan tergolong jenis alat musik Tambur.
Tambo di Aceh digunakan masyarakat sebagai alat komunikasi dan penanda waktu sholat. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Aceh menggunakan microphone untuk mengumumkan waktu sholat sehingga alat musik tersebut beralih fungsi sebagai alat musik.
Tambo dapat Anda temukan di sebagian besar acara musik seperti tarian tradisional, musik atau lagu tradisional dan upacara adat.
Calempong
Foto: wikiveria
Calempong adalah sejenis musik tradisional dari Aceh yang terbuat dari bahan perunggu atau logam.
Instrumen ini memiliki fungsi dan bentuk yang mirip dengan Gong dari alat musik tradisional Jawa yang dimainkan dengan cara dipukul.
Calempong pertama kali ditemukan di Aceh tepatnya di Kabupaten Tamiang. Dulu hanya dimainkan oleh gadis saja, namun seiring berjalannya waktu hanya wanita tua yang memainkan alat musik ini sebagai tradisi di Aceh. Era zaman sekarang gadis-gadis disana jarang memainkan instrumen ini dan lebih memilih yang modern.
Taktok Trieng
Foto: tambahpinter
Taktok Trieng adalah alat musik tradisional dari Aceh yang terbuat dari bambu. Instrumen ini terlihat seperti Rapai tetapi memiliki suara yang lebih tinggi. Anda harus memainkannya dengan cara memukul bagian kulitnya agar suaranya terdengar berirama.
Umumnya Taktok Trieng banyak ditemukan di Kabupaten Pidie, Aceh Besar. Alat musik ini tidak hanya digunakan sebagai alat musik yang dapat Anda temukan di berbagai acara adat, tetapi juga di sawah untuk menghilangkan hama.

