Berbagai Tradisi Pernikahan Unik Nusantara
Sabtu, 26 Maret 2022 - 10:27 WIBFoto: wikipedia
Pernikahan adalah dambaan setiap orang. Dari mengenal satu sama lain hingga jatuh cinta menjadi pengalaman nyata bagi semua orang. Itulah mengapa bagi sebagian orang acara pernikahan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan masing-masing.
Di Indonesia, upacara pernikahan bisa menjadi unik. Meskipun prosedurnya hampir sama di setiap daerah, perayaannya bisa berbeda karena budaya dan gaya hidup yang berbeda.
Perbedaan ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai macam budaya. Berikut ini beberapa diantaranya :
Tari Merak
Foto: wikipedia
Tari Merak diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri pada tahun 1950-an. Tarian ini sangat populer di Jawa Barat dan masyarakat Jawa Barat menggunakan tarian ini untuk menyambut pengantin pria dalam upacara pernikahan.
Tarian ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari yang berpakaian seperti burung merak. Gamelan Jawa Barat mengiringi tarian untuk menggambarkan kecantikan dan keberanian seorang pemuda Merak jantan untuk memikat hati wanitanya.
Mereka juga memanggil ustad atau Ki Lengser dalam bahasa Sunda untuk memberikan nasehat dan doa kepada kedua mempelai.
Palang Pintu
Foto: tirto
Masyarakat Betawi juga memiliki upacara unik yang dipraktekkan di setiap acara pernikahan.
Namanya Palang Pintu. Ini adalah tradisi di mana keluarga pengantin pria mengantar putra mereka ke rumah pengantin wanita.
Mereka harus membawa Roti Buaya dan ketika mereka tiba di depan rumah pengantin, perwakilan dari pengantin pria harus menjelaskan apa tujuan mereka menggunakan pantun.
Kemudian wakil dari mempelai wanita akan menjawab pantun tersebut dengan pantun lainnya. Di situlah letak menariknya di mana kedua belah pihak saling menjawab pantun.
Menculik Pengantin Wanita
Foto: blogspot
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ada cara unik untuk menikahi seorang wanita, yaitu dengan menculiknya. Pria Suku Sasak yang ingin menikahi wanita Sasak akan menculiknya dan menempatkannya di rumah keluarganya. Penculikan tidak dipraktekkan secara kriminal. Ada langkah dan cara untuk melakukannya.
Setelah penculikan, keluarga perempuan akan melaporkan kepada sesepuh setempat bahwa putri mereka diculik.
Kemudian keluarga mempelai pria akan mendatangi keluarga mempelai wanita untuk menjelaskan situasinya. Dari situ, dimulailah negosiasi tentang rencana pernikahan.

