Berbagai Rumah-Rumah Adat Khas Sumatera Utara
Kamis, 07 April 2022 - 15:29 WIBFoto: seringjalan
Sumatera Utara sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang disebut Gouverment van Sumatera dengan wilayah yang meliputi seluruh pulau Sumatera dan dipimpin oleh satu pemerintah daerah (Gubernur) yang berpusat di kota Medan.
Sumatera Utara merupakan gabungan dari tiga kecamatan yaitu Karesidenan Aceh, Karesidenan Sumatra Timur, dan Karesidenan Tapanuli.
Selain kaya dengan pemandangan yang indah, Sumatera Utara memiliki beberapa jenis rumah tradisional. Berikut ini beberapa diantaranya :
Rumah Adat Nias
Foto: rumah
Nias adalah suku yang mendiami Kepulauan Nias. Wilayah ini terkenal sebagai destinasi wisata bahari terbaik di Sumatera Utara.
Sebagai salah satu ikon pariwisata, Nias banyak dikunjungi wisatawan karena keindahannya.
Tidak hanya itu, budaya megalitik Nias diperkirakan tertua di Indonesia. Rumah adat Nias Utara, Nias Selatan dan Nias Barat hampir sama, hanya berbeda atapnya. Nama rumah adat ini adalah Omo Sebua.
Ada jenis rumah adat Nias lainnya yang dinamai Omo Hada. Dilihat dari bentuknya, rumah adat ini masuk ke dalam jenis rumah panggung.
Sedangkan Omo Sebua adalah tempat tinggal para tetua (Tuhenori), kepala desa (Salawa), atau bangsawan. Rumah adat ini dibangun di atas tiang kayu nibung yang tinggi dan besar, serta Rumbia.
Rumah Adat Melayu
Foto: seringjalan
Suku Melayu banyak bermukim di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Batubara, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Labuhan.
Suku Melayu memiliki peran besar dalam perkembangan Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia.
Rumah Adat Melayu Deli identik dengan penggunaan warna kuning dan hijau. Dinding dan lantainya terbuat dari papan sedangkan atapnya menggunakan ijuk.
Rumah Adat Melayu Deli memiliki desain yang unik. Jika ingin melihat secara langsung, Anda bisa mengunjungi kawasan Tembung.
Rumah Adat Simalungun
Foto: 99
Simalungun adalah kelompok etnis yang berada di Simalungun dan Pematang Siantar. Rumah Adat Simalungun dinamai Rumah Bolon.
Perbedaannya dari rumah adat Toba, Pakpak, dan Karo jika dibandingkan dengan Simalungun adalah bentuk atapnya yang unik, didesain berbentuk limas.

