Budaya-Budaya Unik Suku Sunda
Selasa, 12 April 2022 - 17:55 WIBFoto: tirto
Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Pulau Jawa dengan suku asli Sunda. Suku sunda memiliki budaya yang khas, dimana budaya sunda memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para wisatawan yang berkunjung kesana.
Orang Sunda juga sangat aktif dalam melestarikan budayanya. Bahkan, mereka masih melaksanakan beberapa upacara adat yang diadakan setiap tahun. Berikut beberapa diantaranya :
Ngapem
Foto: liputan6
Ngapem berasal dari kata apem, yaitu kue yang terbuat dari tepung beras yang diberi ragi yang umumnya dikonsumsi dengan cara dicelupkan terlebih dahulu di atas air santan yang disebut kinca.
Acara ngapem ini sebagai bentuk rasa syukur karena menghindari bala selama bulan Safar. Pesan simbolis yang dapat kita petik dari ritual ini adalah kue apem melambangkan manusia dan kinca melambangkan darah.
Jadi ketika kue apem dicelupkan ke kinca intinya mengingatkan kita bahwa kita harus mawas diri karena bisa saja kita ditimpa musibah, yang dalam hal ini tenggelam di genangan kinca (darah).
Rebo Wekasan
Foto: tirto
Upacara adat lainnya di Jawa Barat adalah Ngirab atau Rebo Wekasan. Masyarakat yang tinggal di daerah Sungai Drajat, Cirebon, biasa melakukan upacara ini.
Upacara tersebut dilakukan dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga yang dilaksanakan pada hari Rabu minggu terakhir bulan Syafar. Waktu ini diambil karena dianggap sebagai hari terbaik untuk menghilangkan bala dan kemalangan hidup.
Lomba dayung biasanya dilakukan setelah upacara berakhir. Dengan menggunakan perahu mereka dan mandi di tempat di mana Sunan Kalijaga biasa mandi. Adat ini disebut “Ngirab” yang artinya pindah.
Seren Taun
Foto: kuningankab
Seren Taun adalah upacara panen padi yang dilakukan setiap tahun. Upacara tersebut sangat ramai dan dihadiri oleh ribuan masyarakat sekitar di berbagai desa di kawasan Jawa Barat.
Tidak hanya dari daerah sekitar, namun juga masyarakat dari berbagai daerah dan turis asing datang untuk menyaksikan upacara tersebut.
Upacara adat Seren Taun konon sudah dilakukan secara turun temurun sejak zaman Kerajaan Sunda Kuno seperti pada masa Kerajaan Pajajaran.
Seren Taun berasal dari bahasa Sunda, “Seren” yang artinya Serah, Seserahan (menyerahkan) dan “Taun” yang artinya Tahun.
Seren Taun berarti serah terima dari tahun lalu ke tahun depan. Bisa juga diartikan sebagai bagian dari rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian yang mereka peroleh.


