Inilah Berbagai Macam Tarian Khas Jawa Timur
Selasa, 26 Juli 2022 - 19:09 WIBFoto: tribunnewswiki
Jawa Timur merupakan salah satu daerah terpadat di Indonesia. Dengan suku Jawa mendominasi wilayah tersebut, gaya hidup dan praktek budaya sangat dipengaruhi oleh tradisi Jawa.
Dari bahasa yang digunakan antara orang tua dan muda hingga pakaian yang dikenakan, orang Jawa cenderung hidup dengan aturan yang ketat dan saling menghormati.
Di antara praktek budaya tersebut, tari tradisional merupakan salah satu hal yang paling penting untuk dilestarikan di kalangan masyarakat Jawa.
Setiap kota di wilayah Jawa Timur memiliki tarian tradisionalnya masing-masing yang dipraktekkan baik oleh pria maupun wanita.
Sebagian besar dari tarian ini telah berhasil dipromosikan ke kancah internasional. Berikut ini beberapa diantaranya:
Bedoyo Wulandaru
Foto: liputan6
Bedoyo Wulandaru adalah tarian tradisional dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini bertujuan untuk menyambut tamu penting dari luar Banyuwangi.
Tarian ini juga merupakan tanda kebahagiaan mereka menerima tamu. Menurut sejarawan, tarian ini sudah ada sejak zaman Indonesia kuno.
Bedoyo Wulandaru dinamai menurut bahasa Jawa. Bedoyo artinya perempuan, karena yang melakukan tarian ini adalah perempuan.
Wulandaru terbagi menjadi dua kata, wulan dan ndaru. Wulan berarti bulan atau cahaya dalam gelap dan ndaru berarti bintang jatuh atau tanda keberuntungan.
Bantengan
Foto: tribunnewswiki
Tarian ini memiliki spirit yang mirip dengan Tari Jaranan tetapi menggunakan hewan yang berbeda. Bantengan menggunakan banteng sebagai ikon tariannya.
Tarian ini tumbuh populer di Malang dan Mojokerto. Tarian menggambarkan masyarakat yang hidup dalam toleransi dan persatuan.
Kesatuan ini tergambar dalam festival Anjang Sana Sini dimana setiap kelompok Bantengan saling mengunjungi untuk menampilkan tariannya.
Bantengan ditarikan oleh beberapa pria (biasanya tiga orang) dalam satu kostum. Yang satu memegang kepala, yang satu menjadi tubuh, dan yang lain menjadi kaki.
Tarian ini mirip dengan Jaranan dalam hal pertunjukan. Bantengan memadukan gerakan tari, puisi dan musik tradisional, serta unsur supranatural.


