Kisah Awal Mula Hari Batik Nasional
Kamis, 06 Oktober 2022 - 15:43 WIBFoto: antara
Hari Batik Nasional adalah salah satu hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009.
Batik adalah pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia. Batik adalah kain yang dilukis dengan menggunakan canting dan lilin cair untuk membentuk seni lukis yang berkualitas pada kain mori.
Kata batik berasal dari kata Jawa amba dan tik. Kedua kata tersebut berarti titik penulisan. Ambatik mengacu pada teknik melukis titik-titik yang rumit.
Teknik membatik adalah teknik kuno yang telah digunakan selama ribuan tahun. Teknik ini banyak dijumpai di berbagai peradaban di dunia seperti di Cina dan di Mesir.
Sebenarnya tidak ada sejarah pasti tentang batik. Namun keindahan batik ini sudah menarik sejak 2000 tahun lalu di Timur Tengah, Asia Tengah, dan India.
Pada peradaban Mesir kuno, teknik membatik digunakan untuk membungkus mumi dengan kain linen.
Kain linen dilapisi dengan lilin, kemudian digores dengan benda tajam seperti jarum atau pisau untuk mengukir motifnya.
Perempuan Jawa pada masa lalu menjadikan keterampilan membatik sebagai mata pencaharian.
Pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan khusus perempuan. Hingga akhirnya ditemukan “Batik Cap” yang memungkinkan pria terjun ke bidang ini.
Ada juga batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang terlihat pada gaya “Mega Mendung”.
Di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh laki-laki.
Tradisi membatik pada awalnya merupakan tradisi turun temurun. Terkadang suatu motif dapat diidentifikasi berasal dari batik keluarga tertentu.
Beberapa batik mungkin menunjukkan status seseorang. Bahkan saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya digunakan oleh keluarga kerajaan Yogyakarta dan Surakarta.
Batik merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia (Jawa) yang hingga kini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh Presiden Soeharto yang saat itu mengenakan batik pada Konferensi PBB.


