Air Dadiah, Susu Fermentasi Dari Sumatera Barat
Jumat, 04 Desember 2020 - 13:34 WIBFoto : kompas.com
Dadiah dalam dialek Minangkabau atau dadih dalam bahasa Indonesia adalah susu fermentasi tradisional yang populer di kalangan masyarakat Sumatera Barat, Indonesia, dan Malaysia.
Dibuat dengan menuangkan susu kerbau segar, mentah, dan tidak dipanaskan ke dalam tabung bambu yang ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan berfermentasi secara alami pada suhu kamar selama dua hari.
Susu difermentasi oleh bakteri laktat asli yang ditemukan dalam susu kerbau. Fermentasi alaminya menghasilkan berbagai jenis bakteri asam laktat yang terlibat dalam setiap fermentasi.
Bakteri asam laktat alami asli yang ditemukan dalam dadiah bisa berasal dari tabung bambu, susu kerbau, atau daun pisang.
Dadiah biasanya dikonsumsi untuk sarapan pagi, dicampur dengan ampiang dan gula aren. Dadiah juga bisa dimakan dengan nasi panas dan sambal.
Beberapa penelitian tentang sifat probiotik dari strain asli yang diisolasi dari dadiah ditemukan menunjukkan sifat antimutagenik dan antipathogenic, serta toleransi asam dan empedu.
Strain alami dan liar yang diisolasi dari dadiah menunjukkan sifat penghambat, kompetitif, dan pengusiran terhadap patogen, danmerupakan kandidat yang menjanjikan untuk probiotik di masa depan.
Strain Lactobacillus plantarum dari dadiah berperan penting dalam menghilangkan microcystin-LR, toksin cyanobacterial.
Strain liar Lactobacillus plantarum yang terdapat dadiah memiliki kemampuan penyisihan paling tinggi jika dibandingkan dengan strain probiotik komersial lainnya. Temuan ini menawarkan alat baru dan ekonomis untuk mendekontaminasi microcystin yang mengandung air.

Foto : merdeka.com

