Kombinasi Pengaruh Kuliner Eropa Dan Jawa Menghasilkan Hidangan Lezat Ini
Minggu, 06 Desember 2020 - 16:09 WIBFoto : resepkoki.id
Selat solo adalah hidangan Jawa yang dipengaruhi oleh masakan Barat, merupakan makanan khas kota Solo.
Hidangan ini terdiri dari daging tenderloin sapi rebus yang disajikan dengan saus encer yang terbuat dari campuran bawang putih, cuka, kecap manis, saus Worcestershire, air, dan dibumbui dengan pala dan lada hitam.
Disajikan dengan telur rebus dan sayuran seperti buncis, kentang, tomat, selada, ketimun, kembang kol atau brokoli dan wortel, dan diberikan topping keripik kentang dan sedikit mustard atau mayones di sampingnya.
Meskipun nama Selat Solo berarti "salad", hidangan ini juga menyajikan potongan daging sapi yang membuat hidangan ini hampir tidak bisa dijadikan salad, lebih cenderung dikategorikan sebagai jenis steak daging sapi yang direbus.
Beberapa orang mungkin menggambarkan hidangan ini sebagai persilangan antara bistik, salad, dan sup.
Hidangan ini kadang juga disebut sebagai Bistik Jawa , meskipun bistik Jawa bisa merujuk pada hidangan serupa lainnya dengan saus yang tidak terlalu encer.
Selama era kolonial Hindia Belanda, penjajah Eropa membawa serta bahan-bahan Eropa dan teknik memasak mereka.
Beberapa ningrat (bangsawan) kelas atas Jawa dan orang Jawa asli terpelajar diperkenalkan pada masakan Eropa; Seperti roti, keju dan bistik, masakan ini dijunjung tinggi sebagai masakan kelas atas masyarakat Hindia Belanda.
Hal ini menyebabkan adopsi dan peleburan masakan Eropa ke dalam masakan lokal Jawa, seperti pengembangan resep Selat Solo di Surakarta, jantung keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Jejak pengaruh Eropa terlihat pada penggunaan mustard atau mayonaise dan saus Worcestershire, sedangkan kesukaan orang Jawa pada rasa manis yang ringan dapat dirasakan dengan penggunaan kecap manis.

