Pepes, Teknik Memasak Dengan Daun Pisang Yang Unik
Minggu, 13 Desember 2020 - 12:15 WIBFoto : tastemade.com
Pepes merupakan salah satu cara memasak dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan.
Bungkus daun pisang berisi makanan diikat dengan lidi seumat (lidi kecil yang terbuat dari bagian tengah daun kelapa), kemudian dikukus atau dibakar di atas arang.
Teknik memasak ini memungkinkan campuran kaya rempah untuk dikompres dengan bahan utama di dalam daun pisang dan juga menambahkan aroma yang berbeda dari daun pisang yang dimasak atau dibakar.
Meski dimasak bersamaan dengan makanan, daun pisang merupakan bahan yang tidak bisa dimakan dan dibuang setelah dimasak.
Teknik memasak dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya tersebar luas di seluruh Indonesia dan dikenal dengan banyak nama dalam beberapa dialek; pais dalam bahasa Sunda, brengkesan dalam bahasa Jawa, brengkes di Palembang, pelasan dalam bahasa Jawa-Osing, palai dalam bahasa Minangkabau, dan payeh dalam bahasa Aceh.
Nama pepes berasal dari kata Sunda papais; bentuk jamak dari pais dalam bahasa sunda.
Karena popularitasnya pertama kali disumbangkan melalui masakan Sunda, saat ini pepes sering dikaitkan dengan masakan Sunda.
Pepes dibuat dengan mencampurkan ikan yang sudah dihaluskan dan dihancurkan atau jenis makanan apa pun dengan campuran rempah-rempah termasuk garam, cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, serai, daun kari, kemiri, asam, tomat, dan kemangi yang semuanya dibungkus daun pisang.
Masakan Sunda mengenal dua jenis pepes: jenis biasa dan pepes kuning, yang dimasak dengan kunyit.
Daunnya dibungkus rapat dan diikat dengan lidi di kedua ujungnya, kemudian dikukus atau dibakar. Untuk membuat pepes ikan bertulang lunak, digunakan metode pressure cooker atau waktu pemasakan yang lama.

