Mengenal Sejarah dan Budaya Kuliner Dodol
Minggu, 13 Desember 2020 - 15:28 WIBFoto : indonesia.go.id
Di negara-negara mayoritas Muslim, seperti Indonesia dan Malaysia, dodol biasanya disajikan selama festival besar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha sebagai suguhan manis untuk anak-anak.
Masyarakat Betawi bangga membuat dodol buatan sendiri saat lebaran, di mana anggota keluarga akan berkumpul untuk membuat dodol.
Sentra produksi dodol betawi buatan rumah tradisional ini terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kota Garut di Jawa Barat juga merupakan sentra produksi utama dodol di Indonesia. Varian lain seperti dodol durian populer di Medan dan kota-kota Sumatera lainnya.
Ada banyak pilihan rasa dodol, termasuk rasa durian yang disebut lempuk, yang banyak dijual di berbagai toko makanan.
Dodol juga populer di antara umat Katolik Roma dari pantai barat India, yang mencakup orang India Timur dari Mumbai, negara bagian Goa, dan kota Mangalore.
Sejarah pembuatan dodol sangat erat kaitannya dengan salah satu bahan utamanya, yaitu gula aren ; gula tradisional yang terbuat dari nira tanaman Arenga pinnata, dan juga tepung beras.
Dodol adalah makanan manis yang populer dan salah satu manisan asli tertua yang dikembangkan di wilayah Asia Tenggara.
Asal muasal dodol masih belum jelas, namun demikian dodol menunjukkan keanekaragamannya yang luar biasa di pulau Jawa dan Sumatera.
Dodol diyakini telah diperkenalkan ke India Selatan dan Sri Lanka oleh orang Indonesia.
Dan juga telah dikaitkan dengan Portugis, yang menduduki beberapa bagian negara selama abad 16 dan 17. Beberapa resep dodol telah dikembangkan di Sri Lanka, seperti kalu dodol.
Makanan penutup yang terkait dengan dodol di Filipina dikenal sebagai kalamay (secara harfiah berarti "gula"), yang dibuat dari gula tebu, bukan gula aren.
Kuliner ini juga memiliki konsistensi cair tidak seperti dodol, karena menggunakan beras ketan daripada tepung beras.
Namun, bahan dasar dan persiapannya serupa. Di Mindanao dan Kepulauan Sulu Filipina Selatan, dodol lebih mirip dengan varian Indonesia dan Malaysia dan dikenal dengan nama yang sama.
Biasanya dibuat menjadi silinder tebal yang dibungkus kulit jagung atau plastik berwarna yang kemudian dipotong sebelum disajikan.
Meskipun, seperti kalamay, dodol Filipina dibuat dengan pasta beras ketan bubuk dan gula tebu muscovado, bukan gula aren.


