Lontong, Olahan Nasi Dalam Bentuk Silinder
Senin, 21 Desember 2020 - 19:57 WIBFoto : kompas.com
Lontong adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang terbuat dari nasi yang dikompres berbentuk silinder yang dibungkus dengan daun pisang.
Lontong umum dikonsumsi di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Nasi digulung di dalam daun pisang dan direbus, lalu dipotong kecil-kecil sebagai makanan pokok pengganti nasi putih.
Teksturnya mirip dengan ketupat, bedanya wadah ketupat terbuat dari anyaman pelepah janur (daun kelapa muda), sedangkan lontong menggunakan daun pisang.
Lontong secara tradisional dibuat dengan cara merebus nasi hingga setengah matang dan lalu dikemas dengan rapat ke dalam lilitan daun pisang.
Daunnya diikat dengan lidi semat, dan dimasak dalam air mendidih selama kurang lebih 90 menit.
Bagian luar lontong biasanya berwarna kehijauan karena klorofil yang tertinggal dari daun pisang yang menempel di permukaan lontong.
Cara alternatif memasak lontong yang lain adalah memasukkan nasi yang belum dimasak ke dalam kantung kain muslin kemudian membiarkan air meresap ke dalam dan menyebabkan nasi membentuk massa yang padat.
Metode lain yang populer dan lebih mudah adalah dengan menggunakan kantong plastik kemudian nasi diisi dan ditusuk jarum untuk membuat lubang-lubang kecil agar air meresap ke dalam bungkusan, yang kemudian direbus hingga nasi menjadi matang dan kantung terisi penuh.
Lontong versi Malaysia yang disebut nasi himpit, secara tradisional dibuat berbeda. Metodenya lebih merupakan tekanan mekanis daripada menerapkan teknik perebusan permeabel; nasi yang baru dimasak dikompres selama beberapa jam di antara dua lempengan batu berat atau dua nampan dengan beban berat di atasnya untuk menghasilkan nasi himpit.
Namun, nasi himpit sekarang biasanya diproduksi dengan cepat dalam bungkus plastik tahan air yang diisi dengan beras dan direbus dalam air.

