Sejarah Perayaan Halloween
Selasa, 31 Oktober 2023 - 09:17 WIBFoto: pixabay
Perayaan Halloween merupakan sebuah tradisi yang dirayakan oleh individu di seluruh dunia setiap tanggal 31 Oktober. Pada perayaan Halloween, umumnya orang-orang mengenakan pakaian khusus yang sering kali menyeramkan. Selain itu, Halloween juga dikenal dengan adanya lentera dari labu yang dipahat untuk membentuk wajah Jack O'Lantern.
Sebagaimana yang dilaporkan oleh History, Halloween memiliki akar yang berasal dari festival yang dipraktikkan oleh masyarakat Celtic kuno, yang dikenal sebagai festival Samhain. Suku Celtic yang eksis sekitar 2.000 tahun yang lalu merayakan pergantian tahun mereka pada tanggal 1 November. Mereka mempercayai bahwa pada malam sebelum tahun baru, perbatasan antara dunia orang hidup dan orang yang telah meninggal menjadi kabur.
Oleh karena itu, pada malam 31 Oktober mereka merayakan Samhain, yaitu saat diyakini bahwa arwah orang yang telah meninggal kembali ke dunia ini. Selain dipersepsikan sebagai sumber masalah dan ancaman bagi tanaman, kehadiran arwah dari alam lain juga diyakini dapat membantu para pendeta Celtic dalam melakukan ramalan mengenai masa depan. Sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa ini, para pendeta Celtic biasanya membuat api unggun besar, tempat di mana masyarakat berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai persembahan kepada dewa mereka. Selama perayaan berlangsung, mereka mengenakan kostum yang sering kali mencakup kepala dan kulit binatang, dengan tujuan mengusir roh-roh jahat. Setelah perayaan usai, bangsa Celtic akan menjaga api unggun tersebut tetap menyala untuk memberikan perlindungan selama musim dingin yang akan datang.
Secara keseluruhan, Halloween sering kali diidentifikasikan dengan buah labu yang diukir untuk menyerupai wajah yang menakutkan, yang dikenal sebagai Jack O'Lantern. Jack O'Lantern adalah roh yang berkelana sambil membawa lentera karena ia telah berhasil menipu setan agar tidak mengirimkannya ke neraka. Namun, ia juga tidak diperbolehkan masuk ke surga karena perbuatannya yang berdosa. Kisah ini diwujudkan dalam bentuk buah labu yang dipahat menjadi seram dan ditempatkan di depan rumah-rumah sebagai simbol perayaan Halloween.
Tradisi "Trick or Treat" dilaksanakan dengan mengenakan kostum yang mengerikan sambil berjalan dari rumah ke rumah dalam rangkaian meminta permen kepada tetangga-tetangga, sambil mengucapkan "Trick or Treat."
Kini telah hadir kopi khas Indonesia dari Timurasa, tersedia dalam berbagai varian kopi seperti arabika, robusta, dan house blend Timurasa Indonesia. Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia

