Andaliman, Rempah Dengan Potensi Ekspor Tinggi
Rabu, 15 November 2023 - 20:23 WIBFoto: RRI
Kementerian Perdagangan mengangkat andaliman, salah satu jenis rempah asal Sumatera Utara, sebagai rempah berkualitas yang berpotensi menjadi komoditas unggulan ekspor nasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, menekankan bahwa andaliman memiliki potensi ekspor yang sangat besar, dan pengembangan produk perlu dilakukan agar sesuai dengan permintaan pasar internasional.
Marolop Nainggolan, Plt Direktur Pengembangan Produk Ekspor, menambahkan bahwa andaliman harus memiliki nilai jual, nilai tambah, dan keunikan sebagai identitas merek produk untuk bersaing dengan rempah-rempah lain. Pengolahan yang tepat sesuai dengan permintaan pasar internasional, pengetahuan produk yang mendalam, strategi pemasaran yang tepat, persyaratan pasar ekspor, serta sertifikasi produk menjadi kunci dalam pengembangan komoditas andaliman ini.
Webinar dihadiri oleh 122 peserta dari berbagai instansi seperti kementerian, lembaga terkait, Dinas perdagangan di Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatra Utara, perwakilan perdagangan luar negeri, akademisi, diaspora, serta pelaku bisnis dan ekspor andaliman, termasuk pembudidaya. Narasumber utama melibatkan Ketua Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Utara, Ujiana Sianturi, yang juga eksportir kopi dan rempah.
Strategi pengembangan produk andaliman dalam jangka pendek dan panjang, faktor yang memengaruhi pengembangan produk, strategi pemasaran untuk ekspor, dan persyaratan ekspor seperti mutu produk, dokumen ekspor, kuantitas produk, harga, dan nilai tambah produk, dibahas oleh Ujiana.
Selanjutnya, Nurbeta Kurniawan, Kepala Strategic Business Unit Sertifikasi & Eco Framework (SBU SERCO) PT Sucofindo Persero, membahas regulasi dan standar keamanan pangan yang perlu dipenuhi untuk berhasil memasuki pasar internasional. Ujiana menyatakan bahwa keberhasilan membangun merek global untuk andaliman memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, petani, eksportir, forwarder, dan trader.
Dalam presentasinya, disampaikan berbagai standar yang harus dipenuhi, termasuk Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan Organik. Persyaratan keamanan pangan untuk pasar global, kriteria mutu pangan, dan jaminan mutu juga termasuk dalam daftar ini. Dalam implementasi sistem mutu, aspek-aspek yang perlu diperhatikan melibatkan teknis mutu, uji laboratorium, dan inspeksi. Tantangan internal dan eksternal dalam menerapkan mutu juga dibahas, dengan penekanan pada perlunya program pendampingan dan kerjasama dengan UMKM melalui bimbingan teknis untuk memperkuat daya saing mereka. Beta menyatakan bahwa upaya ini diperlukan agar proses berjalan dengan optimal.

Mari bergabung berkontribusi kepada para petani lokal Indonesia dengan menjadi reseller produk-produk Timurasa Indonesia selama Agustus dengan HANYA 1 juta akan akan mendapatkan diskon langsung 20%. Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia

