Ini Dia Sejarah Kerupuk Udang
Selasa, 29 Desember 2020 - 19:15 WIBFoto : merdeka.com
Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman, kerupuk sudah ada di Jawa sejak abad ke-9 atau ke-10.
Dalam prasasti Batu Pura tertulis krupuk rambak, yang mengacu pada kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau, yang masih ada hingga saat ini sebagai krupuk kulit, dan biasanya digunakan dalam masakan Jawa yang disebut krecek.
Dalam perkembangannya, teknik pembuatan kerupuk menyebar ke seluruh nusantara, dengan rasa yang bervariasi sesuai dengan bahannya; termasuk makanan laut, seperti ikan dan udang.
Dari Jawa, kerupuk menyebar ke berbagai wilayah pesisir Kalimantan, Sumatera, hingga Semenanjung Malaya.
Rahman juga mengatakan bahwa masyarakat pesisir di Kalimantan dan Sumatera juga mengembangkan kerupuk yang terbuat dari udang dan ikan.
Menurut ahli kuliner Will Meyrick, kerupuk yang menggunakan udang muncul di Semenanjung Malaya pada abad ke-16.
Legenda di sana menyatakan bahwa sisa kepala udang yang dihancurkan dari suatu pesta digunakan untuk membuat kerupuk udang.
Sekitar abad ke-19, keropok (kerupuk) disebutkan dalam aksara Melayu yang ditulis oleh Abdul Kadir Munsyi ketika ia menyebut Kuantan di Semenanjung Malaya.
Kerupuk udang mulai digemari di mancanegara sejak zaman penjajahan Hindia Belanda sekitar abad 19 hingga awal abad 20, dan dianggap sebagai pelengkap penting dalam berbagai kelezatan kuliner Indonesia.
Ketertarikan mengonsumsi makanan dengan kerupuk udang, dibawa oleh penjajah Belanda ke Belanda melalui warisan kuliner lainnya yang berasal dari Indonesia.
Kerupuk udang dibuat dengan mencampurkan udang, tepung tapioka, dan air.
Campuran bahan tersebut digulung, dikukus, dan diiris. Secara tradisional, untuk mendapatkan kerenyahan yang maksimal, kerupuk yang masih mentah biasanya dijemur terlebih dahulu sebelum digoreng, untuk menghilangkan kelembapannya.
Setelah kering, kerupuk digoreng dalam minyak yang harus di panaskan tinggi sebelum dimasak.
Hanya dalam beberapa detik kerupuk ini mengembang dari seukuran ibu jari menjadi kerupuk putih lembut, karena air yang terikat pada pati mengembang saat berubah menjadi uap

