Kementrian Desa Lakukan Workshop Pengembangan Usaha Sebagai Partisipasi STC
Selasa, 28 November 2023 - 09:05 WIBFoto: rri
Sebanyak tujuh kabupaten di Papua mengikuti Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) atau Workshop Pengembangan Bisnis yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Asana Biak, Jumat (24/11/2023).
Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemendes PDTT, Drs. Syamsul Widodo, MA, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi di desa. Menurutnya, para pelaku usaha di desa tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen.
Syamsul mencontohkan, saat ini sabun mandi masih banyak dibeli dari luar, padahal Papua juga penghasil kelapa. Oleh karena itu, dia berharap para pelaku usaha di Papua dapat mulai berinovasi dengan produk-produk lokal yang sering digunakan masyarakat.
“Terkait dengan Sail Teluk Cendrawasih (STC) 2023, biasanya kami terkendala dengan hasil produk lokal yang kami jadikan oleh-oleh misalnya. Ini jadi tantangan bagi pemda,” kata Syamsul.
Sementara itu, Plt. Sekda Biak Numfor, Zakarias L Meiloa, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum kebangkitan ekonomi masyarakat di Papua. Menurut dia, melalui program ini, potensi-potensi yang ada di Papua dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Kemendes PDTT, Syahrul, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian kontribusi Kemendes PDTT dalam mengambil peran dalam STC 2023. Dia berharap kegiatan ini dapat membantu produk-produk unggulan Papua masuk ke pasar yang lebih besar.
Dalam workshop tersebut, turut hadir empat narasumber dari berbagai bidang, yaitu Erdi Rulianto (CEO PT. Timurasa Indonesia), Mahdalena (Direktur Desa Ekspor Indonesia), Widya Hana Sofia (Direktur PT Masa Genah Group), dan Iko Sukma Handriadianto (Founder UKM Mendunia Foundation). Workshop ini juga diikuti oleh 51 peserta dari tujuh kabupaten di Papua.

