Sorgum, Alternatif Pangan Indonesia
Sabtu, 23 Maret 2024 - 18:32 WIBFoto: kompas
Sorgum digadang-gadang sebagai solusi potensial untuk mencegah krisis pangan. Pemerintah Indonesia tengah mendorong diversifikasi pangan, mengalihkan konsumsi dari beras dan gandum ke bahan pangan alternatif seperti sorgum.
Namun, muncul pertanyaan: apakah sorgum lebih murah daripada beras?
Berdasarkan analisis Badan Pangan Nasional (Bapanas), biaya pengeluaran untuk mengonsumsi sorgum saat ini masih lebih mahal daripada beras.
Beberapa faktor yang menyebabkan sorgum lebih mahal antara lain produksi sorgum yang masih rendah dibandingkan dengan beras, harga jual sorgum yang belum stabil, serta masih kurangnya infrastruktur dan teknologi untuk pengolahan sorgum.
Meskipun demikian, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi sorgum dan menekan harganya. Diharapkan, di masa depan, sorgum dapat menjadi alternatif pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Dalam upaya mendorong sorgum, pemerintah mencoba mengembangkan varietas sorgum yang lebih adaptif dengan kondisi iklim di Indonesia, meningkatkan produksi sorgum melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi, serta membangun infrastruktur dan teknologi untuk pengolahan sorgum. Presiden Joko Widodo juga kerap mempromosikan sorgum sebagai alternatif pangan Indonesia.

