Menjaga Ketahanan Pangan Dengan Road Map Sorgum 2022-2024
Selasa, 23 April 2024 - 09:28 WIBFoto: pixabay
Ketahanan pangan menjadi isu krusial yang terus diusahakan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu strateginya adalah diversifikasi pangan, yaitu mencari sumber pangan alternatif selain beras. Sorgum kini menjadi primadona baru sebagai pangan pengganti gandum yang memiliki banyak potensi.
Sorgum memiliki keunggulan dibandingkan gandum, yaitu lebih tahan terhadap kekeringan dan hama. Hal ini membuatnya cocok ditanam di iklim tropis seperti Indonesia. Selain itu, sorgum memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.
Gandum telah menjadi pangan pokok yang digemari masyarakat Indonesia. Namun, ironisnya, kebutuhan gandum ini harus dipenuhi dengan impor, salah satunya dari Ukraina.
Terganggunya pasokan gandum akibat perang Rusia-Ukraina menjadi tamparan keras bagi ketahanan pangan Indonesia. Impor gandum dari negara lain pun tak luput dari tekanan geopolitik, seperti pembatasan ekspor oleh India.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia mengimpor 11,6 juta ton gandum. Angka ini terus meningkat hingga 8,43 juta ton pada periode Januari-November 2022.
Kendala utama terletak pada iklim Indonesia yang tropis, tidak ideal untuk budidaya gandum yang membutuhkan iklim subtropis. Hanya dataran tinggi di Indonesia yang memungkinkan penanaman gandum, namun jumlahnya tak sebanding dengan permintaan pasar yang tinggi.
Sorgum hadir sebagai solusi alternatif untuk mengatasi ketergantungan pada gandum impor. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan dan hama, membuatnya cocok ditanam di lahan kering yang luas di Indonesia.
Sorgum tak hanya kaya nilai gizi, tetapi juga bersifat zero waste, karena seluruh bagiannya dapat diolah menjadi berbagai produk.
Pengembangan sorgum di Indonesia sangatlah strategis. Selain sebagai sumber pangan, sorgum juga dapat diolah menjadi pakan ternak dan bioetanol.
Road Map Sorgum 2022-2024 menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menjadikan sorgum sebagai komoditas pangan unggulan.
Sorgum bukan hanya solusi untuk ketahanan pangan, tetapi juga peluang ekonomi bagi para petani dan pelaku usaha di Indonesia.
Dalam Road Map Sorgum 2022-2024, pada tahun 2022, dialokasikan pertanaman sorgum seluas 15.000 ha, namun terjadi Automatic Adjusment (AA) sehingga alokasi dirubah hanya menjadi 4.600 ha. Untuk tahun 2023, pemerintah sudah melakukan pengajuan alokasi seluas 100.000 ha melalui ABT 2023 dan Reguler seluas 15.000 ha.
Road Map Sorgum 2022-2024 menjadi tak sekedar wacana belaka jika melihat inisiatif-inisiatif masyarakat dalam pengembangan sorgum.

