Tari Baris, Tari Yang Menganggungkan Kejantanan Para Pejuang Bali
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:07 WIBFoto : merahputih
Tari baris adalah salah satu dari tarian perang tradisional di Bali yang diiringi oleh gamelan, di mana penari menggambarkan perasaan seorang pejuang muda sebelum berperang, mengagungkan kejantanan pejuang Bali yang berjaya, dan menampilkan keagungan dari kehadirannya yang berwibawa.
Baris mendapatkan namanya dari kata bebarisan, yang secara harfiah berarti "garis" atau "formasi", mengacu pada tentara yang pada zaman kerajaan di Bali.
Ada dua jenis utama tari baris. Tarian non-ritual dibawakan oleh penari pria tunggal, dan seringkali merupakan tarian pertama yang dipelajari oleh penari pemula.
Namun, ada lebih dari tiga puluh jenis tarian ritual baris, yang masing-masing dibawakan oleh sekelompok orang, dengan tetap meniru gerakan pendekar.
Baris Tunggal
Penari baris tunggal, yaitu seorang penari tunggal mengenakan legging berwarna putih. Di sekitar pergelangan kakinya ada penutup, yang dikenal sebagai setewel, yang mencapai setengah betisnya.
Penari memakai ikat pinggang (setagen), mencapai tubuhnya; Di dalam ikat pinggang ini sebuah keris diselipkan di dekat pundak.
Di sekitar tubuh penari terdapat kumpulan panel kain yang dikenal sebagai awiran, yang menggantung di tubuhnya.
Panel lain, lebih besar, dipasang di dadanya. Di lehernya dia memakai kerah melingkar yang dikenal sebagai badong; kerah ini bisa dihiasi atau tidak dihiasi dengan manik-manik.
Kostum tersebut dilengkapi dengan hiasan kepala berbentuk segitiga yang terbuat dari cangkang berpegas, yang bisa bergetar selama pertunjukan berlangsung.
Baris Dengan Format Grup
Ada berbagai macam format grup untuk tari baris, di antaranya baris gde, baris keris, baris omang, baris perisi, dan baris dadap.
Tarian ini diiringi oleh berbagai jenis musik dan melibatkan gerakan yang berbeda. Penari boleh membawa berbagai senjata, termasuk keris, tombak, busur, atau senjata lainnya; sering tarian yang dipertunjukkan dinamai dengan senjata yang dibawa.
Pertunjukan bisa menyampaikan sebuah cerita, dan dianggap sakral, serta digunakan untuk upacara dan acara keagamaan.

