Potensi Gula Lontar Dari Pulau Rote
Selasa, 28 Mei 2024 - 11:21 WIBFoto: detik
Gula lontar, yang dihasilkan dari nira pohon palma, memiliki hubungan erat dengan masyarakat Rote. Pohon lontar menjadi simbol budaya khas Rote karena mencakup semua lapisan masyarakat dan menghiasi berbagai aspek budaya mereka. Selain menghasilkan nira, daun lontar bisa dijadikan anyaman tikar, topi ti’i langga, alat musik sasando, nyiru, piring makan, penampung air (haik), atap rumah, dan berbagai anyaman lainnya. Pelepah hingga batangnya digunakan untuk bahan bangunan, mebel, dan berbagai souvenir lainnya.
Keunggulan gula lontar terletak pada rasanya yang enak karena nira diambil tepat waktu oleh para petani. Meski diproduksi secara tradisional, kualitasnya sudah cukup baik dari sisi kadar air, warna, aroma, dan tekstur. Penelitian dari Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa nira lontar mengandung glukosa sekitar 10,96 persen dan sukrosa 13–18 persen. Selain itu, nira ini mengandung sedikit protein (0,28 persen) dan kaya karbohidrat.
Kadar gula pada lontar cukup tinggi dibandingkan dengan gula merah atau gula pasir. Meskipun demikian, gula lontar memiliki banyak manfaat kesehatan karena indeks glikemiknya lebih rendah daripada gula tebu, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Gula lontar juga bermanfaat sebagai penambah energi dan penambah daya tahan tubuh.
Keterikatan gula lontar dengan masyarakat Rote terlihat dari tradisi memberikan nira lontar kepada bayi yang baru lahir sebelum disusui dengan ASI. Dalam sistem ekonomi lokal, gula lontar menjadi alat tukar di pasar tradisional, yang bisa ditukar dengan jagung, kacang hijau, ikan, dan hasil bumi lainnya.
Kualitas gula lontar baik dalam bentuk cair, cetak, maupun semut cukup baik, sehingga diharapkan bisa menjadi potensi lokal yang layak dijual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. Saat ini, gula lontar dijual di pasar tradisional di Rote, Kupang, dan wilayah NTT lainnya. Namun, pasar gula lontar belum mencapai lintas provinsi, meskipun dari sisi rasa dan sebagai pemanis sehat, gula lontar memiliki potensi besar.
Tren penggunaan gula lontar semakin meningkat, terutama di pasar yang mengonsumsi makanan sehat. Dalam industri makanan, penggunaan gula lontar sebagai pemanis sedang naik daun karena rasa khasnya yang gurih dan manis, misalnya penikmat dan pengusaha kopi yang lebih memilih menggunakan gula ini.

