Karapan Sapi, Pesta Perayaan Masyarakat Dari Jawa Timur
Minggu, 17 Januari 2021 - 12:37 WIBFoto : republika
Bagi masyarakat Madura, Jawa Timur, karapan sapi bukan hanya sekedar pesta perayaan masyarakat yang diadakan setiap tahun.
Karapan sapi juga bukan sekedar tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karapan sapi merupakan suatu kebanggaan yang akan mengangkat harkat dan martabat masyarakat.
Sejarah asal mula karapan sapi belum ada yang mengetahui secara pasti, namun berdasarkan sumber lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi diketahui bahwa Karapan sapi pertama kali dipopulerkan oleh Pangeran Katandur Sapudi yang berasal dari pulau Sumenep pada abad ke-13.
Pada awalnya berniat Pangeran menggunakan sapi sebagai ladang tenaga pengolah. Berangkat dari ketekunan dalam mempelajari cara membajak sapi dan mengolah tanah sawah, pada akhirnya sang Pangeran berhasil mengolah tanah tandus menjadi tanah subur.
Melihat ide-ide dari sang Pangeran yang bagus dan membawa hasil yang positif, tentunya warga desa mengikuti pangerannya.
Akhirnya tanah di seluruh pulau Sapudi yang semula gersang, semuanya menjadi tanah subur yang ditanami padi.
Usai panen datang, sebagai ungkapan suka cita atas hasil panen yang melimpah Pangeran Ketandur berinisiatif mengajak masyarakat di desanya mengadakan perlombaan ternak.
Areal lahan basah yang sudah dipanen digunakan untuk perlombaan. Akhirnya tradisi pacuan sapi ide Pangeran Ketandur itu hingga kini terus berkembang dan dilestarikan. Hanya namanya yang lebih populer diganti dengan "Karapan Sapi"

