Dampak Negatif Langsung Tidur Setelah Makan
Sabtu, 27 Juli 2024 - 13:55 WIBFoto: alodokter
Tidur setelah makan adalah kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang, terutama setelah makan siang atau makan malam yang besar.
Kebiasaan ini sebenarnya dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak negatif tidur setelah makan yang perlu diketahui.
Gangguan Pencernaan
Tidur setelah makan dapat mengganggu proses pencernaan. Ketika kita tidur, sistem pencernaan melambat, sehingga makanan tidak dicerna dengan optimal. Ini dapat menyebabkan perut kembung, rasa penuh, dan gangguan pencernaan lainnya seperti refluks asam dan mulas. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan sensasi terbakar yang tidak nyaman.
Peningkatan Risiko Penyakit Gastroesofageal Refluks (GERD)
Tidur segera setelah makan dapat meningkatkan resiko penyakit gastroesofageal refluks (GERD). GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi dan peradangan. Ini terjadi karena posisi berbaring memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Gejalanya termasuk mulas, batuk kronis, dan rasa asam di mulut.
Penambahan Berat Badan
Tidur setelah makan dapat berkontribusi pada penambahan berat badan. Ketika kita tidur, metabolisme tubuh melambat, sehingga kalori dari makanan tidak terbakar secara efisien dan lebih cenderung disimpan sebagai lemak. Selain itu, tidur setelah makan juga dapat mengurangi aktivitas fisik yang biasanya membantu membakar kalori.
Gangguan Tidur
Makan besar sebelum tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur. Pencernaan yang terganggu dan gejala refluks asam dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak dan sering terbangun di tengah malam. Ini dapat menyebabkan kurang tidur dan kelelahan di siang hari, yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas dan kesehatan secara keseluruhan.
Peningkatan Resiko Diabetes
Kebiasaan tidur setelah makan dapat mempengaruhi regulasi gula darah. Makan besar dan kemudian tidur dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak terkontrol, meningkatkan resiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Penting untuk memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan sebelum tidur untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

