Sejarah Perkembangan Cokelat Batang
Sabtu, 14 September 2024 - 17:08 WIBFoto: kompas
Cokelat batang adalah salah satu bentuk olahan kakao yang paling populer dan ikonik. Dari cemilan sehari-hari hingga hadiah istimewa, cokelat batang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan gastronomi di seluruh dunia.
Cokelat batang seperti yang kita kenal sekarang tidak selalu ada. Pada awalnya, kakao digunakan sebagai minuman oleh peradaban kuno seperti Maya dan Aztec.
Pada abad ke-16, ketika kakao diperkenalkan ke Eropa, cokelat masih disajikan sebagai minuman, meskipun dengan tambahan gula dan rempah-rempah untuk meningkatkan rasa.
Perkembangan cokelat batang dimulai pada abad ke-19, ketika teknologi pemrosesan kakao berkembang pesat.
Salah satu tonggak penting dalam sejarah cokelat batang adalah penemuan proses cokelat padat oleh Joseph Fry pada tahun 1847.
Fry, seorang pembuat cokelat asal Inggris, menemukan cara untuk mencampurkan mentega kakao, bubuk kakao, dan gula untuk membentuk pasta yang bisa dicetak menjadi bentuk padat.
Inovasi ini menghasilkan cokelat batang pertama yang bisa dimakan, yang segera menjadi populer di kalangan konsumen.
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1875, Daniel Peter, seorang pengusaha asal Swiss, bekerja sama dengan Henri Nestlé untuk menciptakan cokelat susu dengan mencampurkan susu kental manis ke dalam campuran cokelat.
Penemuan ini menghasilkan cokelat susu pertama di dunia, yang sangat disukai karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis.
Pada abad ke-20, industri cokelat semakin berkembang dengan munculnya berbagai merek cokelat ternama seperti Cadbury, Hershey, dan Lindt. Inovasi dalam rasa, tekstur, dan kemasan terus dilakukan untuk memenuhi selera konsumen yang semakin beragam.
Produksi cokelat batang dimulai dari biji kakao yang telah diproses. Berikut adalah tahapan-tahapan utama dalam pembuatan cokelat batang.
1. Fermentasi dan Pengeringan
Setelah dipanen, biji kakao difermentasi selama beberapa hari untuk mengembangkan rasa dan mengurangi kepahitan. Setelah fermentasi, biji dijemur hingga kering.
2. Pemanggangan
Biji kakao yang telah kering kemudian dipanggang untuk mengeluarkan rasa khas cokelat. Suhu dan durasi pemanggangan dapat bervariasi tergantung pada jenis cokelat yang diinginkan.
3. Penggilingan dan Pemisahan
Biji kakao yang telah dipanggang digiling untuk memisahkan kulit dari intinya (nib). Nib kemudian digiling lebih lanjut untuk menghasilkan cairan cokelat atau "massa kakao."
4. Pencampuran
Massa kakao kemudian dicampur dengan mentega kakao, gula, dan bahan lain seperti susu (untuk cokelat susu). Campuran ini diaduk dan dihaluskan dalam proses yang disebut conching, yang dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada kualitas cokelat yang diinginkan.
5. Pemanasan dan Pembentukan
Setelah conching, campuran cokelat dipanaskan dan didinginkan beberapa kali dalam proses yang disebut tempering. Tempering penting untuk mendapatkan tekstur yang halus dan kilau yang menarik pada cokelat batang. Setelah tempering, cokelat dicetak menjadi batang dan didinginkan hingga mengeras.
6. Pengemasan
Setelah mengeras, cokelat batang dikemas dan siap untuk didistribusikan ke pasar.

