BRIN Teliti Potensi Sorgum Sebagai Sumber Pemanis
Jumat, 25 Oktober 2024 - 10:37 WIBTepung Sorgum Timurasa Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang meneliti potensi pengolahan sorgum manis sebagai sumber pemanis alternatif yang dapat menggantikan gula tebu, jagung, dan kelapa.
Dilansir dari antaranews.com, hasil penelitian ini memungkinkan sorgum manis diolah menjadi produk gula cair atau gula semut.
Dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta pada hari Rabu, Sandi Darniadi, peneliti dari Pusat Riset Teknologi Tepat Guna BRIN, menjelaskan bahwa sorgum manis memiliki potensi sebagai alternatif pengganti gula tebu dan jagung. Ini karena kandungan sukrosa sorgum manis mencapai rata-rata 89,4 mg/ml, glukosa 17,98 mg/ml, dan fruktosa 9,97 mg/ml.
"Sorgum manis mengandung gula yang cukup tinggi, yaitu sekitar 76-78 persen, yang hampir setara dengan kadar gula dalam tebu, yakni 68-80 persen," kata Sandi.
Selain kandungan gulanya yang tinggi, Sandi menyoroti bahwa tanaman sorgum manis mudah dibudidayakan di Indonesia. Masa tanamnya relatif singkat, hanya 3-4 bulan, dan memerlukan air sekitar 4.000 meter kubik per hektare. Hal ini jauh lebih efisien dibandingkan tebu, yang memerlukan waktu tanam 12 bulan dan air hingga 36.000 meter kubik per hektare.
Menurut Sandi, sorgum manis sangat potensial untuk diolah menjadi gula cair atau gula semut dan bisa menjadi sumber gula baru. Ia juga menekankan pentingnya mencari sumber gula lain selain tebu, karena tebu saat ini masih menyumbang 75 persen produksi gula dunia, sementara tanaman seperti bit gula, jagung, kelapa, agave, maple, dan kurma hanya menyumbang sedikit produksi gula.
"Sorgum belum dikembangkan secara luas di sini, sehingga masih ada peluang besar untuk mengembangkannya sebagai sumber gula yang kompetitif," tambahnya.
Sandi juga menyampaikan bahwa permintaan gula dunia terus meningkat secara stabil dari tahun 2015 hingga 2024, dengan perkiraan konsumsi mencapai 183 juta metrik ton pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan permintaan riil yang membutuhkan solusi baru dalam produksi gula.
Untuk itu, BRIN sedang melakukan berbagai penelitian terkait teknologi pertanian guna memanfaatkan sorgum di Indonesia. Beberapa teknologi yang telah diuji coba antara lain mesin roller press yang mampu memproses 250 kg batang per jam dan vacuum evaporator dengan kapasitas maksimal 40 liter nira per proses untuk menghasilkan gula cair dari sorgum.
Selain itu, mesin open pan cooker dengan kapasitas 40 liter nira per proses dan oven dehydrator juga telah diuji untuk mengurangi kadar air dan menghasilkan gula semut dari sorgum manis.
Ke depannya, BRIN akan melanjutkan riset hingga 2027, mulai dari penerapan SOP untuk pengolahan gula sorgum, hingga peningkatan kapasitas produksi serta diversifikasi produk gula sorgum sebelum diluncurkan secara massal untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

