Terapkan Teknologi Pada Tanaman Sorgum Untuk Pakan Ternak
Jumat, 01 November 2024 - 14:39 WIBFoto: kecipir
Universitas Jambi (Unja) memperkenalkan teknologi pertanian dengan memanfaatkan tanaman sorgum sebagai pakan ternak kepada kelompok tani di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur.
Dilansir dari antaranews.com, "Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman serta melindunginya dari hama dan penyakit, para dosen Fakultas Peternakan Unja bersama mahasiswa MBKM telah menyosialisasikan inovasi ini kepada masyarakat," ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unja, Asniwita, dalam keterangan resminya di Jambi, Sabtu.
Menurutnya, penerapan teknologi Plant Growth Promotion Fungi (PGPF) sebagai pupuk hayati dan biopestisida pada tanaman sorgum dilakukan melalui pelatihan yang diberikan kepada kelompok tani.
Dosen dan mahasiswa memberikan penjelasan terkait penerapan PGPF pada tanaman, baik sebelum penanaman maupun setelahnya.
Kemudian, kelompok tani menerima penyuluhan mengenai PGPF, manfaatnya, cara memperbanyak PGPF, teknik pemberian PGPF pada tanah, serta penerapannya pada tanaman sorgum.
Petani pun mendapatkan wawasan baru tentang manfaat serta keunggulan sorgum, yang dilanjutkan dengan penerapan PGPF pada tanah dan proses penanaman sorgum.
Ketua kelompok tani, Parli, mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim pengabdian, termasuk mahasiswa MBKM, atas penyuluhan dan pengenalan teknologi PGPF.
"PGPF memiliki banyak manfaat bagi tanaman sebagai pupuk hayati dan untuk mengendalikan hama serta penyakit," katanya.
Dia menambahkan, penerapan teknologi pada tanaman sorgum dan pengenalan sorgum sebagai bahan pangan serta pakan ternak merupakan informasi yang sangat dinantikan oleh para petani dan peternak setempat.
Ke depannya, kelompok tani diharapkan bisa mengimplementasikan teknologi ini agar dapat mengembangkan tanaman sorgum dan PGPF secara lebih luas.
"Penerapan ini menambah wawasan petani dan masyarakat mengenai PGPF dan tanaman sorgum, untuk mendukung program pemerintah yang menargetkan sorgum sebagai komoditas ke-4 setelah padi, jagung, dan kedelai," pungkasnya.

