Banyuwangi, Daerah Penghasil Gula Kelapa
Sabtu, 02 November 2024 - 19:12 WIBFoto: grid
Pohon kelapa dikenal sebagai tanaman serbaguna yang memiliki banyak manfaat. Salah satu hasil penting dari pohon ini adalah nira kelapa, yang biasa digunakan untuk berbagai keperluan, terutama dalam pembuatan gula.
Dilansir dari radarbanyuwangi.com, gula kelapa dianggap memiliki keunggulan dibandingkan dengan gula putih.
Selain memiliki aroma yang lebih harum, gula kelapa sering menjadi pilihan utama dalam membuat berbagai hidangan tradisional untuk menambah cita rasa.
Dalam proses pembuatannya, nira kelapa diperoleh dari tandan bunga kelapa. Ketika pohon kelapa menghasilkan nira, pohon tersebut tidak lagi menghasilkan buah, sehingga produksi gula kelapa sering kali dikaitkan dengan upaya meningkatkan penghasilan petani kelapa.
Lalu, bagaimana proses pembuatan gula kelapa? Langkah pertama dimulai dengan penyadapan nira kelapa. Penyadapan ini biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan pada sore hari setelah pukul 16.00.
"Nira yang berkualitas ditandai dengan rasa yang manis, aroma yang harum, segar, serta bening atau tidak berwarna," ungkap Wagianto, seorang penderes kelapa berusia 46 tahun dari Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Setelah nira diambil dan dibawa pulang, proses berikutnya adalah memasak nira untuk dijadikan gula kelapa. Nira disaring terlebih dahulu, kemudian dimasukkan ke dalam kuali besar dan dimasak dengan api yang stabil, biasanya menggunakan kayu sebagai bahan bakar.
Saat nira sudah mulai mengental, adonan diaduk dengan cepat dalam gerakan memutar. Ketika telah mencapai konsistensi yang diinginkan dan berubah warna menjadi kemerahan, adonan dituangkan ke dalam cetakan hingga padat.
"Biasanya, proses ini memakan waktu sekitar 10 menit sampai gula benar-benar mengeras," jelas Wagianto.
Menurutnya, harga jual gula kelapa di tingkat perajin cukup menguntungkan, sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan yang baik bagi para petani.

