Daya Tarik Andaliman Di Pasar Internasional
Kamis, 07 November 2024 - 19:23 WIBFoto: kompas
Meskipun belum begitu dikenal di tingkat nasional, merica Batak atau yang sering disebut andaliman ternyata memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional.
Dilansir dari tabloidsinartani.com, banyak koki terkenal dan pemilik restoran luar negeri yang rela mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan rempah ini.
Di sekitar kawasan Danau Toba, sekitar 100 petani tradisional saat ini membudidayakan tanaman andaliman. Marandus Sirait, Ketua Kelompok Petani Andaliman dari Kecamatan Lumbanjulu, adalah salah satu di antara mereka.
Para petani andaliman di Toba, menurut Sirait, kini bersemangat meningkatkan produksi karena andaliman telah menjadi komoditas ekspor di Balai Pertanian Karantina dengan tujuan Jerman pada semester pertama 2021.
“Kami mulai membibitkan sejak 2017. Banyak yang tertarik dengan tanaman ini. Sebelumnya, andaliman tumbuh liar tanpa pembibitan. Saya juga telah meneliti bahwa tanaman ini bisa diperbanyak melalui cangkok atau stek pucuk,” jelasnya.
Pada tahun 2019, petani andaliman mulai memperkenalkan produk ini, mengikuti berbagai pameran hingga ke luar negeri dan mengadakan ajang duta andaliman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun saat musim panen besar di tahun 2020, harapan para petani terhenti akibat pandemi.
“Pandemi Covid-19 membuat semua rencana hilang karena pasar dan pengiriman terhenti. Banyak kebun yang mati dan tak terurus karena buahnya tidak dipanen, yang akhirnya membuat tanaman mati,” ungkapnya.
Sebelum pandemi, Sirait mampu menanam hingga 1.000 pohon andaliman, namun kini hanya tersisa sekitar 250-300 pohon akibat sering gagal panen selama masa Covid-19. Dengan perlahan, ia dan para petani lain kembali memulai pembibitan.
“Andaliman tumbuh optimal di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Di sekitar Danau Toba tidak bisa maksimal, jadi harus di area perbukitan yang tanahnya lembab dan subur, serta perlu ada naungan agar tidak langsung terkena sinar matahari seperti jagung atau padi,” tambahnya.
Sirait menyebutkan, harga andaliman segar per Juli 2021 mencapai Rp25 ribu per kg, sedangkan andaliman kering bisa mencapai Rp350 ribu per kg.
Kini Sirait mulai merintis ekspor. Beberapa kali ia bersama petani lain mencoba mengirim andaliman ke luar negeri, seperti ke New York, Amerika Serikat.
Namun karena masih minim pengetahuan tentang proses pengiriman ekspor dan tanpa pendampingan, ia sempat merasa kewalahan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melanjutkan ekspor andaliman atau merica Batak ke pasar Eropa, tepatnya Jerman. Andi Yusmanto, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, mengatakan bahwa ini adalah ekspor kedua dengan volume lebih dari dua kali lipat dari pengiriman pertama pada Maret 2021.
“Setelah ekspor perdana andaliman ke Jerman pada Maret 2021 dengan volume 574 kilogram, pada Agustus ada pengiriman lagi sebanyak 1.200 kilogram,” ujarnya. Andaliman yang diekspor ke Jerman berasal dari produksi Kabupaten Samosir.
Promo 11/11 kembali hadir, nantikan berbagai penawaran menarik untuk produk-produk terbaik Timurasa Indonesia, kunjungi marketplace kesayangan anda. Timurasa Indonesia tersedia di Tokopedia, Shopee, Lazada, & Blibli.

