Tradisi Kakao di Kampung Merasa, Long Lanuk, dan Suaran
Kamis, 05 Desember 2024 - 18:08 WIBFoto: blibli
Kampung Merasa, Long Lanuk, dan Suaran adalah wilayah yang menjadi tempat tinggal masyarakat adat Dayak yang telah membudidayakan kakao sejak awal tahun 1980-an.
Dilansir dari ykan.or.id, kakao di daerah ini ditanam menggunakan metode wanatani, yaitu sistem yang menggabungkan pohon kakao dengan tanaman lain seperti cabai, terong, dan kacang tanah.
Sistem ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, masyarakat setempat berkomitmen menjaga 15.000 hektare hutan alam melalui program perhutanan sosial, di mana praktik wanatani membantu meningkatkan tutupan hutan hingga lebih dari 300 hektare.
Para petani kakao di tiga kampung ini tetap setia menggunakan metode tradisional dalam mengolah hasil panen mereka.
Biji kakao dipilih dengan tangan, difermentasi dengan cermat, dan dikeringkan di bawah sinar matahari alami.
Proses ini menjaga cita rasa unik kakao khas Kalimantan. Sejak tahun 2019, para petani telah menerapkan Sistem Kontrol Internal (ICS) untuk memastikan bahwa seluruh proses penanaman dan pengolahan sesuai dengan standar pertanian yang baik.
Kualitas unggul dan praktik ramah lingkungan dari para petani ini telah menjadikan mereka mitra utama bagi pengrajin cokelat spesialis.
Dengan visi memperkenalkan kakao mereka serta nilai-nilai lokal yang melindungi hutan dan alam, masyarakat di kampung ini terus mengembangkan potensi mereka untuk dikenal dunia.
Profil Kakao dari Tiga Kampung
Merasa
Biji kakao fermentasi dari Kampung Merasa dikenal memiliki rasa yang khas, seperti buah-buahan, jeruk, madu, dan sedikit rasa kacang. Mutu kakao dari Merasa bahkan berhasil masuk dalam nominasi Cacao Excellence Award tahun 2021 di Paris.
Selain memasok biji kakao kering untuk berbagai merek pengrajin cokelat di Indonesia, masyarakat Merasa juga memproduksi cokelat batangan dan minuman cokelat khas yang menjadi kebanggaan lokal.
Long Lanuk
Kakao fermentasi dari Long Lanuk memiliki profil rasa yang kuat dan kompleks. Karakteristiknya mencakup keasaman yang tajam, rasa pahit, sedikit sepat, serta aroma bunga, kacang, dan rempah-rempah. Kombinasi ini membuat kakao Long Lanuk mendapat skor organoleptik tinggi dan diakui oleh para ahli.
Suaran
Biji kakao dari Suaran menawarkan cita rasa unik dengan aroma aprikot, bunga, dan jeruk. Kakao ini berhasil mendapatkan nominasi dalam Cacao Excellence Award tahun 2023 di Paris, sebuah penghargaan internasional yang mengapresiasi kakao berkualitas tinggi.
Melestarikan Tradisi, Membangun Masa Depan
Kakao dari Merasa, Long Lanuk, dan Suaran bukan hanya produk unggulan, tetapi juga representasi harmoni antara masyarakat adat dan lingkungan. Dengan mempertahankan metode tradisional, mengedepankan keberlanjutan, dan menjaga kualitas, mereka tidak hanya menciptakan kakao yang istimewa, tetapi juga melestarikan budaya dan alam yang menjadi akar kehidupan mereka.

