Brilian! Universitas Negeri Malang Kembangkan Deterjen Dari Daun Kelor
Jumat, 20 Desember 2024 - 19:04 WIBFoto: UM
Penggunaan deterjen kimia secara berlebihan dapat merusak lingkungan. Bahan kimia dalam deterjen, seperti fosfat dan surfaktan sintetis, sulit terurai dan mencemari perairan. Akibatnya, ekosistem air menjadi rusak dan kualitas air menurun.
Dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan akibat penggunaan deterjen kimia, Hendra Susanto, Ph.D., dari Departemen Biologi Universitas Negeri Malang, beserta tim peneliti mahasiswa, berhasil mengembangkan biodeterjen berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera). Produk inovasi ini, yang diberi nama "Morigent", telah melalui tahap uji coba laboratorium dan telah diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui uji coba lapangan di Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim, Surabaya.
Kegiatan peluncuran ini memberikan kesempatan bagi para santri untuk belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan. Mereka diajarkan cara membuat alternatif deterjen yang lebih ramah lingkungan dari bahan alami, yaitu daun kelor. Proses pembuatannya pun dijelaskan secara detail, mulai dari bahaya bahan kimia dalam deterjen konvensional hingga praktik pembuatan menggunakan metode PRES.
Devi Mariya Sulfa menjelaskan bahwa pembuatan deterjen kelor diawali dengan proses ekstraksi senyawa aktif dari daun kelor yang telah dihaluskan. Ekstrak ini kemudian diformulasikan dengan bahan tambahan seperti minyak atsiri dan garam, lalu didinginkan. Setelah melalui tahap pengujian kualitas, deterjen siap digunakan.
Universitas Negeri Malang terus berinovasi dalam mengembangkan produk ramah lingkungan. Program pembuatan deterjen dari daun kelor ini merupakan salah satu contoh nyata dari upaya tersebut. Program ini tidak hanya selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.

