Daun Kelor Dapat Menjadi Kebijakan Unggulan Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 28 Desember 2024 - 21:59 WIBFoto: dinaslingkunganhidup
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan unggulan dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dilansir dari cnbcindonesia, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa distribusi susu dalam program ini belum dapat dilakukan di semua wilayah.
Dadan menjelaskan bahwa penyediaan susu sebagai bagian dari menu MBG sulit diterapkan di daerah yang bukan sentra peternakan sapi perah.
Oleh karena itu, fokus utama program ini adalah pada wilayah-wilayah yang memiliki produksi susu yang memadai.
“Untuk daerah yang jauh dari sumber susu, kita bisa menggantinya dengan telur dan daun kelor. Telur dapat memenuhi kebutuhan protein, sementara kelor dapat menjadi sumber kalsium,” kata Dadan.
Ia menegaskan bahwa tidak perlu memaksakan distribusi susu di wilayah yang sulit logistiknya. “Kalau memang sulit, cukup dengan telur dan kelor. Itu sudah bisa menggantikan kebutuhan gizi anak-anak,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, turut memberikan pandangan.
Ia menyebutkan bahwa daun kelor dapat menjadi pilihan yang baik jika kualitasnya terjamin. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya melibatkan pelaku UMKM lokal dalam program ini.
“Kalau kelor bagus, pakai kelor. Kalau UMKM lokal bisa berkontribusi, tentu harus dilibatkan,” ujar Cak Imin saat ditemui di Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2024).
Namun ia menambahkan bahwa usulan penggantian susu dengan daun kelor di sejumlah daerah masih membutuhkan simulasi lebih lanjut.
“Ini masih dalam proses simulasi dan sinkronisasi antara pusat dan daerah. Badan Gizi Nasional yang memiliki kewenangan untuk menentukan langkah terbaik,” jelasnya.

