Kacang Kenari Maluku Utara Berikan Kontribusi Signifikan Terhadap Perekonomian Nasional
Selasa, 31 Desember 2024 - 21:25 WIBFoto: kemenklh
Maluku Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kacang kenari terkemuka di Indonesia.
Melansir tempo.co, produk ini merupakan bagian dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, khususnya di sektor kehutanan.
Bahkan kacang kenari asal Maluku Utara telah berhasil menembus pasar internasional seperti Finlandia dan Italia.
Menurut laporan dari laman teras.id, Kepala Subdirektorat Pemolaan KPHP, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari KLHK, Rudi Eko Marwanto, mengungkapkan bahwa 90 persen dari total produksi hasil hutan berasal dari HHBK.
Oleh karena itu, Rudi mendorong semua pihak, terutama Kementerian Perdagangan, untuk memberikan kode HS (Harmonized System) pada produk kacang kenari.
Kode HS merupakan sistem klasifikasi komoditas impor dan ekspor yang diakui secara internasional.
Penerapan kode ini diharapkan dapat mempermudah produk kenari dari Pulau Makian, Halmahera Selatan, diterima di pasar global.
Keberadaan kode ini juga dapat membantu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) dalam meningkatkan pengembangan desa serta kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan dan pemasaran kacang kenari di wilayah ini dilakukan oleh Perusahaan Timurasa bekerja sama dengan BUMDes Makian. Upaya ini didukung oleh KLHK melalui Program Kehutanan Multipihak Fase 4 (MFP4).
Program MFP4 juga aktif mengidentifikasi pelaku pasar atau Market Access Player yang bekerja dengan komoditas berbasis hasil hutan untuk memperluas jangkauan pasar kacang kenari.

