Fenomena Kopi Telur Di Media Sosial
Kamis, 02 Januari 2025 - 11:09 WIBFoto: kompas
Belakangan ini, sebuah tren unik mencampurkan telur mentah ke dalam kopi menjadi sorotan di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram di Amerika Serikat (AS).
Melansir Kompas.com, beberapa pengguna bahkan mencoba memasukkan telur secara utuh, termasuk cangkangnya, ke dalam seduhan kopi.
Cara ini disebut-sebut mampu meningkatkan cita rasa dan tekstur kopi, membuatnya terasa lebih lembut dan halus. Namun, apakah praktik ini aman untuk dilakukan? Berikut penjelasannya berdasarkan pandangan para ahli gizi.
Meski terkesan sebagai inovasi baru, kopi telur sebenarnya sudah ada sejak lama. Tradisi ini dibawa oleh imigran Swedia ke Amerika pada abad ke-19. Minuman ini dikenal sebagai "church basement coffee" di kalangan gereja tempat mereka berkumpul.
Menurut Jimmy Johnson, seorang barista sekaligus kreator konten (@jimmythebarista), penggunaan telur dalam kopi memiliki dua fungsi utama.
Pertama, putih dan kuning telur dapat mengklarifikasi seduhan kopi, sehingga mengurangi rasa pahit. Kedua, cangkang telur diketahui mampu menurunkan tingkat keasaman kopi, menciptakan rasa yang lebih lembut dan kaya.
Proses Pembuatan Kopi Telur
Pembuatan kopi telur melibatkan mencampurkan telur utuh beserta cangkangnya dengan bubuk kopi dan sedikit air. Campuran ini kemudian direbus dengan air tambahan, lalu disaring sebelum disajikan. Hasil akhirnya adalah kopi dengan rasa yang berbeda dari biasanya.
Resiko Kesehatan di Balik Tren Ini
Meski terdengar menggoda, ada potensi risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Ahli gizi Veronica Rouse menjelaskan bahwa konsumsi telur mentah dan cangkangnya dapat membawa bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Campylobacter, yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, potongan cangkang yang tajam dapat melukai saluran pencernaan.
Untuk mengurangi resiko tersebut, kopi yang dibuat harus mencapai suhu minimal 71 derajat Celsius agar bakteri berbahaya dapat dibunuh. Alternatif lain adalah menggunakan telur pasteurisasi, yang telah melalui proses pemanasan untuk membunuh bakteri tanpa memasak telur.
Tren kopi telur memang menawarkan sensasi baru, tetapi resikonya tidak bisa diabaikan. Ahli gizi Brandi Bonin menyarankan agar siapa pun yang ingin mencoba tren makanan atau minuman baru berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli.
Sebagai opsi yang lebih aman, gunakan bahan tambahan yang sudah terbukti aman dan tetap nikmati kopi dengan cara yang lebih konvensional.
"Inovasi dalam kuliner memang menarik, tetapi menjaga kesehatan harus selalu menjadi prioritas utama," ujar Bonin.

