Musim Panen Kopi Bawa Berkah Bagi Petani Kabupaten Temanggung
Kamis, 02 Januari 2025 - 19:52 WIBFoto: pixabay
Musim panen kopi tahun ini membawa berkah bagi petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Produksi kopi meningkat sekitar 30% dibandingkan tahun lalu, ditambah dengan lonjakan harga yang signifikan, sehingga petani meraih keuntungan berlipat.
Melansir Inews, harga kopi robusta kering (oce) saat ini berada di kisaran Rp73.000 hingga Rp85.000 per kilogram, meningkat hingga 300% dibandingkan periode 2021–2022 yang hanya Rp22.500–Rp27.500 per kilogram.
Seorang petani menjelaskan, "Jika kopi dipetik campuran atau dikenal dengan kualitas asalan, harganya Rp73.000. Namun, jika dipetik merah semua, harganya bisa di atas Rp80.000 per kilogram."
Peningkatan kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh proses pascapanen, tetapi juga perawatan dan pemilihan benih yang cermat.
Petani robusta di Temanggung mulai menerapkan teknik budidaya dan menggunakan benih unggul.
Musiran, seorang petani dari Gemawang, menyatakan, "Alhamdulillah, dengan budidaya yang baik, produksi tahun ini diperkirakan meningkat hingga 30%."
Dalam kondisi optimal, satu pohon kopi dapat menghasilkan 10 kilogram kopi basah, dan dengan perawatan berkelanjutan, hasil per hektare bisa mencapai 2 hingga 3 ton biji kopi kering.
Kenaikan harga kopi juga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari Vietnam dan Brasil akibat serangan hama dan peralihan petani ke tanaman lain seperti durian.
Selain itu, harga kopi arabika yang sebelumnya Rp65.000–Rp70.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp150.000 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Temanggung, Joko Budi Nuryanto, menekankan pentingnya menjaga kualitas meskipun harga tinggi. "Kualitas kopi harus dipertahankan; jangan sampai karena harga mahal, petani mengabaikan kualitas," tegasnya.
Kopi Temanggung diminati tidak hanya di pasar lokal tetapi juga diekspor ke negara seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Jerman, dan Rusia.
Deden Sofiudin, produsen kopi dari Ngemplak, Kecamatan Kedu, menyatakan bahwa pemasaran digital membantu produk mereka dikenal luas. "Kopi Temanggung sudah punya pasar yang bagus di lokal dan pelanggan luar negeri," ujarnya.
Dengan luas lahan sekitar 14.500 hektare, terdiri dari 12.000 hektare robusta dan 2.500 hektare arabika, Kabupaten Temanggung terus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi berkualitas di Indonesia.

