Nusa Tenggara Timur Terus Dorong Budidaya Sorgum
Sabtu, 04 Januari 2025 - 19:17 WIBFoto: pixabay
Epit Wangge, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ma’e Welu, berbagi pengalaman mengenai perjalanan budidaya sorgum yang telah ia mulai sejak tahun 2013. Melansir tabloidsinartani.com, menurut Epit, tanaman sorgum memiliki banyak manfaat dan potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Kami mendapatkan benih yang dikenal dengan nama Koali. Sejak itu, kelompok kami semakin maju dan antusias untuk membudidayakan sorgum. Kami terus menanamnya dan mengikuti berbagai pelatihan untuk mengolah sorgum menjadi produk yang bernilai tambah,” ungkapnya.
Elisabeth Hera Mukin dari Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel) juga menyoroti bahwa potensi pengembangan sorgum di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat menjanjikan, dengan petani menjadi pelaku utama dalam proses ini.
Kelompok tani yang dibina oleh Yaspensel tersebar di Flores, Adonara, dan Lembata. Mereka telah berhasil mengimplementasikan praktik budidaya dan pengolahan pascapanen yang sesuai standar. Bahkan para petani kini mampu memilih benih berkualitas untuk digunakan pada musim tanam berikutnya.
Selain itu, Elisabeth menjelaskan bahwa pelatihan bagi ibu rumah tangga dan pemuda turut dilakukan untuk mengolah sorgum tanpa mengurangi nilai gizinya. Produk-produk olahan seperti kue, mi, siomay, cookies, ketupat, dan bubur sorgum telah dikembangkan.
“Kami juga mengajarkan cara memanfaatkan malai sorgum untuk membuat kerajinan tangan seperti pot bunga, buket, dan bingkai. Daun serta batangnya pun dapat digunakan sebagai pakan ternak,” tambahnya.
Kementerian Pertanian turut mendukung pengembangan sorgum dari hulu ke hilir sebagai langkah memperkuat bahan pangan alternatif, terutama dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.
Sorgum memiliki nilai manfaat yang sebanding dengan padi, jagung, dan kedelai. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda sangat penting karena banyak yang belum menyadari potensi besar tanaman ini.
Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, menyatakan bahwa sorgum tidak hanya berfungsi sebagai pengganti beras, tetapi juga dapat dijadikan bahan pakan ternak dan bahan baku bioetanol.
“Sorgum adalah tanaman sehat yang mudah dibudidayakan, membutuhkan biaya produksi rendah, dan sangat baik untuk kesehatan,” jelasnya.
Saat ini, budidaya sorgum telah berkembang di berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

